Kisah Penyamaran Pangeran Diponegoro Saat Salat Jumat di Masjid Pajimatan Imogiri

Lukisan itu mengisahkan tentang peristiwa saat Pangeran Diponegoro salat Jumat di Masjid Pajimatan Imogiri.

TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumarga
BUAH APEL - Seorang pegiat seni dan pelukis Deddy PAW (kanan) memperhatikan karya lukis Babad Diponegoro di Jogja Gallery, Selasa (28/1/2019) malam. Lukisan karya Deddy PAW ini mengisahkan adegan saat Pangeran Diponegoro di Masjid Pajimatan Imogiri. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA –Deddy PAW, seorang seniman asal Borobudur, Magelang pernah memamerkan lukisan yang berkisah tentang penyamaran Pangeran Diponegoro saat salat Jumat di Masjid Pajimatan, Imogiri.

Lukisan itu dipamerkan dalam Pameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro di Jogja Gallery pada tahun 2019 lalu.

Lukisan itu mengisahkan tentang peristiwa saat Pangeran Diponegoro salat Jumat di Masjid Pajimatan Imogiri.

Saat itu ia menyamar jadi orang biasa, mengaku namanya Abdulrohim. Tapi masyarakat akhirnya tahu siapa dia, dan berkumpullah orang-orang.

Pangeran Diponegoro pun sampai harus menginap di masjid yang sampai hari ini masih ada bangunannya.

Hari berikutnya diceritakan Diponegoro melanjutkan perjalanan ke pesisir selatan.

Deddy PAW yang dikenal sebagai pelukis spesialis objek apel, menuangkan drama sebabak itu dalam kanvas secara epik dan apik.

Ia mengambil sudut pandang (perpsektif) dari jauh, dari luar masjid sisi pojok kanan depan.

Tradisi Nguras Enceh Dihelat di Makam Raja-raja Pajimatan Imogiri

Diponegoro yang mengenakan surjan warna hijau, dikerubuti banyak warga di teras pertama masjid.

Puluhan orang terlihat takzim takjub mendengarkan Diponegoro yang sedang memberi wejangan.

Bangunan Masjid Pajimatan dilukis secara indah dan cukup detil, sesuai kondisi arsitektur yang ada.

Selain kerumunan warga yang duduk melingkar di halaman masjid, juga diperlihatkan orang sedang membasuh kaki di kolam bawah undak-undakan.

“Dua kali saya observasi ke Masjid Pajimatan, untuk mendapatkan detil arsitektur dan suasananya. Saya menyelami, merasakan atmosfer pertemuan yang berlangsung ratusan tahun lalu itu,” kata Deddy PAW kepada Tribunjogja.com, kala itu.

Pengabdian Terakhir, Lukisan Babad Diponegoro Karya Gus Black yang Wah dan Sarat Makna

Kerumunan warga yang mendengarkan wejangan Diponegoro itu jumlahnya 63 orang, dilukiskan dengan komposisi yang sempurna.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved