PSS Sleman
Perjalanan Karir Agus 'Grandong' Purwoko Eks Kapten PSS Sleman
Setiap pertandingan baik itu kalah ataupun menang selama berseragam PSS Sleman, itu merupakan momen-momen terbaik bagi dirinya.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Mantan kapten PSS Sleman, Agus Purwoko mengungkap jika satu dari beberapa momen spesial dalam hidupnya adalah ketika berseragam Super Elang Jawa.
Menurutnya, momen spesial bersama klub dengan warna kebesaran hijau itu bukan tercipta pada satu atau dua pertandingan.
Namun, setiap pertandingan baik itu kalah ataupun menang selama berseragam PSS Sleman, itu merupakan momen-momen terbaik bagi dirinya.
"Bagi saya bisa berseragam PSS Sleman adalah momen berkesan dalam hidup saya. Selama PSS Sleman butuh, saya akan selalu pilih PSS Sleman, saya akan menolak tawaran dari yang lain karena mimpi saya adalah PSS Sleman," ujar pria kelahiran Seyegan, Sleman pada Tribunjogja.com, Rabu (13/5/2020) melalui sambungan telepon.
• Merantau ke Tanah Borneo, Begini Kabar Eks Kapten PSS Sleman Agus Grandong Purwoko
"Jadi momen berharga bukan satu momen, tapi momen adalah bagaimana saya bisa membela tim yang saya cintai yaitu PSS Sleman," tambah ayah dua anak ini.
Diakui pria yang karib disapa Grandong itu, perjalanan karirnya untuk bisa menembus skuad inti dan menyandang ban kapten PSS Sleman memiliki cerita tersendiri.
Grandong mengawali karir sepak bolanya dengan bergabung bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) AMS Seyegan sejak kelas V Sekolah Dasar (SD).
Di sana bakat Grandong ditempa hingga berhasil menembus tim Porda Sleman, Pra-PON DIY dan bergabung bersama tim Piala Soeratin PSS Sleman pada tahun 2000 hingga 2002.
Menariknya, meski merintis karir di Sleman, namun klub profesional pertama yang dibela oleh Grandong justru bukan PSS Sleman.
Ia justru mengawali karir profesionalnya bergabung dengan tim tetangga yakni Persiba Bantul pada tahun 2003 dan semusim selanjutnya pada tahun 2004 memperkuat Persibat Batang.
Baru di tahun 2005, Grandong pulang kampung dipanggil untuk memperkuat PSS Sleman yang saat itu berlaga di divisi utama atau setingkat liga 1 saat ini.
• Danilo Fernando Jadi Manajer Anyar PSS Sleman
"PSS Sleman waktu itu kan berlaga di divisi utama, jadi saya cari pengalaman dulu waktu itu sama Persiba Bantul, habis dari Persiba Bantul tahun 2004 aku lanjut ke Persibat Batang habis itu baru ditarik pulang ke PSS Sleman," ungkapnya.
Ia tercatat memperkuat tim berlogo candi itu, selama tujuh musim yakni pada medio 2005-2012.
Setelah itu, pada tahun 2012, Agus memutuskan untuk mengakhiri karir sepakbolanya lebih cepat lantaran menuai cedera yang cukup serius.
Kala itu Agus, dibekap cedera saraf otot paha yang membutuhkan waktu recovery yang cukup lama.
"Karena itu, saya putuskan untuk pensiun muda," ucapnya.
Selepas pensiun, Grandong kini menjalani kesibukan yang tak jauh berbeda dari dunia si kulit bundar seusai memutuskan gantung sepatu sebagai pemain profesional.
Nama Agus Purwoko tentunya tidak asing lagi bagi pencinta klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut.
Pria yang karib disapa Grandong itu adalah mantan kapten PSS Sleman.
Ia tercatat memperkuat tim berlogo candi itu, selama tujuh musim yakni pada medio 2005-2012.
Selepas gantung sepatu pada tahun 2012 silam, Grandong memutuskan untuk hijrah dari tanah kelahirannya.
Pria kelahiran, 31 Agustus 1984 itu kini memilih hidup di tanah Borneo yang merupakan kampung halaman dari istrinya.
Sekarang Agus berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Disana, pemain asal Seyegan, Sleman ini bergabung bersama Borneo Football International Academy (BFIA).
Grandong menjabat sebagai koordinator pelatih di akademi tersebut.
"Jadi disini selain bekerja di perusahaan swasta, saya juga ikut melatih di akademi. Hitung-hitung untuk menyalurkan hobi juga," ujar Grandong.
Untuk menunjang karir kepelatihannya, Agus juga telah mengikuti lisensi awal kepelatihan pada beberapa tahun lalu dan saat ini mengantongi lisensi D Nasional.
Kecintaaan pada dunia yang telah membesarkan namanya itu, menjadi alasan kuat bagi ayah dua anak ini untuk terjun ke dunia kepelatihan.
Apalagi, ia juga bukan tipe orang yang suka berdiam diri dan ingin berbagi ilmu sepak bola bagi anak-anak di Katingan tersebut.
"Kalau lisensi, baru D Nasional. Ingin ikut lisensi lagi biar upgrade juga, tapi belum ada rezeki," ucapnya.
Meski berada di tanah Borneo, suami dari Radhiatunisa ini mengakui jika dirinya masih mengikuti perkembangan terbaru dari PSS Sleman.
Diakui Grandong, tim kebanggaan bumi Sembada itu sedang berada di top performa dalam dalam dua musim terakhir.
Seperti diketahui, PSS Sleman pada tahun 2018 silam berhasil keluar sebagai kampiun Liga 2 dan membuat PSS naik kasta ke Liga 1.
Di Liga 1 2019, PSS Sleman berhasil tampil mengejutkan dengan berhasil menyodok ke peringkat 8 klasemen akhir.
Istimewanya, hasil itu dicapai dengan pemain-pemain yang bermaterikan jebolan Liga 2.
"Saya sampai sekarang masih cinta PSS Sleman. Kalau PSS Sleman main ke Kalimantan saya usahakan untuk menonton ke stadion," katanya.
Selama berada di Kalimantan, dibeberkan Agus, dirinya juga ikut bergabung dengan komunitas Sleman Fans Borneo (SFB).
SFB merupakan komunitas suporter PSS Sleman yang berada di seluruh wilayah Kalimantan.
Anggota SFB, kata Agus, juga telah mencapai 600 anggota.
"Kami tergabung di SFB, d isitu adalah orang-orang yang cinta dengan PSS Sleman dengan cara berbeda meski berada di tanah rantau. Di sini kita saling berbagi informasi terkait kabar PSS Sleman terkini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/merantau-ke-tanah-borneo-begini-kabar-eks-kapten-pss-sleman-agus-grandong-purwoko.jpg)