Diwarnai Isak Tangis, Viral Video Warga Sambut Pasien COVID-19 Asal Gunungkidul, Dinyatakan Sembuh
Sambutan warga atas pulangnya pasien COVID-19 asal Gunungkidul di media sosial menjadi viral.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Viral Video berisi pasien Virus Corona asal Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dan disambut warga.
Sambutan warga terhadap pasien sembuh COVID-19 tersebut diwarnai sorak sorai dan juga isak tangis penduduk setempat.
Meski demikian, sesuai protokol yang berlaku, warga dilarang bersalaman dan yang bersangkutan diwajibkan kemudian menjalan karantina selama 14 hari.
Berikut kisah warga Gunungkidul, pasien Virus Corona, yang dinyatakan sembuh dan pulang disambut warga.

Dikutip Tribun Jogja dari kompas.com, media sosial di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (12/5/2020) diramaikan dengan video pendek seorang pasien sembuh dari corona yang disambut antusias warga.
Video yang beredar berdurasi 1 menit itu memperlihatkan seorang warga Desa Wonosari yang berjalan kaki disambut antusias warga.
"Kami warga antusias menyambut kepulangan saudara kita dan kami warga RT 08 menerima beliau pulang dengan senang hati dan beliau adalah keluarga kita. Ayo tepuk tangan..." ucap perekam video.
Masih dalam video, warga sekitar menyambut dengan tepuk tangan, tak sedikit yang menangis.
Kepala Dukuh Tawarsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Ridwan Heri Suryanto membenarkan dalam rekaman video itu merupakan salah satu warganya bernama NR.
Dia sendiri merupakan salah satu pasien Covid -19 yang dirawat di RSUD Wonosari beberapa hari lalu.
"Benar hari ini dia NR keluar dari RSUD Wonosari sembuh dari corona," kata Ridwan saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (12/5/2020).
Warga Padukuhan Tawarsari menyambut kepulangan buruh bangunan ini dengan antusias karena menganggap satu keluarga.
Mereka menyambut antusias karena merasakan kesembuhan sebagai berita gembira yang patut disyukuri sebagai sebuah keluarga besar.
Meski demikian, sesuai dengan protokol pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19, yang bersangkutan harus mengisolasi diri selama 14 hari.
Mereka yang pernah melakukan kontak langsung dengan NR saat ini melakukan isolasi mandiri di rumahnya.