Kisah Inspiratif

Unik! Seniman di Magelang Melukis Lukisan Pakai Empon-empon

Empon-empon digunakan sebagai pewarna alami pada cat untuk melukis lantaran ia kesulitan mencari cat lukis di toko dan pasaran.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa / Easting Medi
Easting Medi (44), seniman dan pelukis dari Borobudur, Kabupaten Magelang melukis dengan bahan unik, yakni dengan menggunakan cat yang terbuat dari empon-empon. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Easting Medi (44), seniman dan pelukis dari Borobudur, Kabupaten Magelang melukis dengan bahan unik, yakni dengan menggunakan cat yang terbuat dari empon-empon.

Selain bahan alami, warna yang dihasilkan tak kalah cantik dengan cat biasa. 

Selama pandemi ini, ia juga bereksplorasi dan membuat berbagai karya lukisan dengan pewarna dari empon-empon itu, termasuk lukisan kepala Buddha yang diberinya judul 'Stay at Home'.

Karya ini sekaligus mengajak warga tetap tinggal di rumah agar tak terjangkit penyakit Covid-19.

Medi menuturkan, ia menggunakan pewarna alami dari empon-empon ini setelah kesulitan mencari cat lukis di toko dan pasaran, dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Seniman Asal Magelang Tukar Lukisan dengan Sembako, Bantu Warga Terdampak Corona

Sebelumnya, ia pernah mencoba menggunakan tanaman herbal dan jamu sebagai pewarna alami.

Kali ini, ia menjajal lagi menggunakan empon-empon dan ternyata hasilnya tak kalah cantik.

"Sekian lama, semakin sulit keluar. Saya mau beli cat, susah. Saya sudah mencari di jogja, di toko-toko, ternyata tidak ada, banyak yang kosong. Saya pun teringat dulu itu tahun 2002, saya pernah mencoba melukis dengan bahan empon-empon, dan di rumah, di sekitar kebun, banyak empon-empon. Ya sudah saya seriusi saja memakai empon-empon sebagai pewarna," tutur Medi, Kamis (7/5/2020).

Cat atau pewarna dari empon-empon ini dibuatnya dari berbagai macam rempah-rempah dan tanaman herbal.

Ada sekitar sembilan macam, seperti kunyit, temulawak, temu giring, temu ireng, temu mangga atau kunir putih, dlingo, bengle, jahe dan kencur. Sembilan bahan ini dicampur sehingga mengeluarkan warna yang kuat.

Bahan empon-empon sendiri didapatkan dari kebun di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Di daerahnya memang penghasil rempah-rempah dan tanaman obat.

Kurang lebih 30 kilogram, ia ambil dari kebun dan dipakainya untuk membuat pewarna dari empon-empon ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved