Penjelasan Soal Isu Dukhan atau Kabut yang Menyelimuti Bumi pada 15 Ramadhan 2020

Hari-hari terakhir ini muncul berita yang cukup menghebohkan tentang kemungkinan munculnya kabut (dukhan) pada tanggal 15 Ramadhan tahun ini.

Editor: Rina Eviana
IST
Ilustrasi asteroid mendekati Bumi 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari-hari terakhir ini muncul berita yang cukup menghebohkan tentang kemungkinan munculnya kabut (dukhan) pada tanggal 15 Ramadhan tahun ini.

Sementara sebagian menghubungkan dengan kemungkinan asteroid yang menghantam bumi, bagaimana perspektif astronomi tentang peluang terjadinya peristiwa semacam itu?

Ilustrasi asteroid mendekati Bumi
Ilustrasi asteroid mendekati Bumi (IST)

Ancaman obyek-obyek dekat bumi (Near Earth Objects, NEOs)

Saat ini ada lebih dari 20.000 asteroid dekat Bumi yang dikenal dengan Near Earth Asteroid (NEA), dan lebih dari seratus komet periode pendek yang mengorbit dekat dengan Bumi, Near Earth Comet (NEC).

Selain itu, terdapat sejumlah pesawat ruang angkasa yang mengorbit matahari dan meteoroid yang berukuran cukup besar yang berada dekat dengan orbit bumi.

Obyek-obyek dekat bumi ini dapat dilacak keberadaannya sebelum berpotensi mendekati atau menabrak bumi.

Meskipun demikian, masih banyak obyek yang belum dapat dideteksi, terutama yang berukuran kecil, namun tetap memiliki resiko yang besar justru karena keberadaan mereka tidak dapat diketahui sebelum mereka mendekati bumi.

Per Januari 2020 tercatat 2.044 obyek-obyek dekat bumi (NEOs) diklasifikasikan sebagai obyek yang berpotensi membahayakan bumi (Potentially hazardous object, PHO).

Beberapa syaratnya antara lain mereka memiliki jarak persimpangan orbital minimum dengan Bumi kurang dari 0,05 Satuan Astronomi ( atau 19,5 kali jarak bumi-bulan) dan memiliki magnitudo absolut sebesar 22 atau lebih cerah.

Beruntung, 98 persen dari objek yang berpotensi bahaya tersebut tidak akan berdampak pada bumi setidaknya hingga 100 tahun ke depan.

Sedang Berlangsung Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarids, Puncaknya Malam Ini

Manusia semakin menyadari potensi bahaya dari benda-benda luar angkasa tersebut. Tidak dapat disangkal bahwa dampak hantaman di masa lalu dipandang berperan penting dalam membentuk sejarah geologis dan biologis bumi.

Termasuk kepunahan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu, dipercaya akibat hantaman asteroid yang berdampak pada bencana global di bumi.

Oleh karena itu, mitigasi terhadap bencana obyek-obyek yang berasal dari luar angkasa terus dikembangkan.

Efek kegelapan akibat kabut

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved