Raja Thailand Bawa 20 Selir Dikarantina di Hotel Mewah, Netizen: Untuk Apa Kita Butuh Seorang Raja?

Kehidupan di Thailand terhenti akibat pandemi virus corona. Jalanan di ibu kota Bangkok yang biasanya ramai berubah sepi.

Editor: Joko Widiyarso
AFP
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn resmi menerima warisan kerajaan Thailand sebesar 30 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 422 triliun.(AFP / PANUPONG CHANGCHAI / THAI NEWS PIX) 

Di Thailand, kritik semacam ini akan dihukum berat di bawah undang-undang lese majeste, yang melarang pernyataan atau pendapat yang meremehkan tentang raja dan keluarga kerajaan.

Siapa pun yang melanggar, akan diancam hukuman 15 tahun penjara.

Ada sejumlah kasus di masa lalu, beberapa warga Thailand dijebloskan ke penjara selama bertahun-tahun karena postingannya di Facebook.

Raja Vajiralongkorn baru saja melantik mantan pacarnya bernama Sineenat Wongvajirapakdi menjadi selir resmi.
Raja Vajiralongkorn baru saja melantik mantan pacarnya bernama Sineenat Wongvajirapakdi menjadi selir resmi. (capture youtube)

Namun demikian, media sosial tetap menjadi satu-satunya sumber untuk memahami bagaimana perasaan orang Thailand, terutama generasi muda, tentang kerajaan.

Sisi Lain Lengangnya Yogyakarta International Airport, Proses Finishing Dapat Berjalan Lancar

Terlepas dari risikonya, cuitan dari sejarawan di pengasingan Somsak Jeamteerasakul beredar di media sosial Thailand pada akhir Maret, menunjukkan jalur penerbangan raja ke Jerman dan bertanya dalam bahasa Thailand:

"Untuk apa kita membutuhkan seorang raja?" posting-an itu dengan cepat dibagikan ribuan kali dan menjadi trending topic selama berminggu-minggu.

Dan untuk waktu yang lama, beberapa meme populer telah beredar, menduplikasi cuplikan Game of Thrones HBO: "Kami tidak melayani raja sial yang hanya menjadi raja karena ayahnya."

Beberapa warganet melayangkan kritik mereka, bukan hanya pada raja tetapi pada sistem monarki secara keseluruhan.

Seorang pengguna Facebook, misalnya menulis: ''Melihat orang-orang mempertanyakan di Twitter mengapa kita membutuhkan seorang raja, membuat saya senang, tetapi saya ingin kita lebih dari sekadar menghina dia di Twitter.

Penjelasan Pakar, Virus Corona di Indonesia Tak Akan Berakhir dalam Waktu Dekat

Saya ingin orang membaca atau mendengar pembahasan tentang topik ini dan menekankan secara sistematis mengapa sistem ini ada, mengapa dianggap sangat penting dan mengapa, saat ini, tampaknya tidak perlu.''

Beberapa warganet bahkan secara tersirat menuntut penghapusan sistem kerajaan: "Jujur, saya ingin memiliki presiden."

Namun seorang pakar Thailand, yang ingin tetap anonim karena alasan keamanan, menyebut warga Thailand yang berusia di atas 30 tahun masih memegang teguh sistem monarki meskipun mereka diam-diam tidak menyetujui tindakan raja yang sekarang.

Kekuatan absolut
Pakar Thailand, Marshall, tidak percaya bahwa ketidaksenangan yang tumbuh terhadap raja akan mengarah pada langkah konkret melawan monarki karena dukungan militer terhadap raja.

Vajiralongkorn telah berhasil mendorong kerajaan ke arah monarki absolut sejak menjabat, meskipun secara resmi negara itu masih monarki konstitusional, kata Marshall.

Luna Maya Buka-bukaan Soal Kedekatannya dengan Herjunot Ali

Untuk tujuan ini, raja telah membawa unit elite prajurit dan polisi di bawah kendalinya langsung.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved