Didi Kempot Meninggal Dunia
Selama Hidup, Didi Kempot Pernah Mengamen di Solo dan Jakarta, Berkali-Kali Ditolak Rekaman
Didi Kempot adalah seorang legenda. Ketenarannya abadi, bahkan sejak 30 tahun lalu ketika dirinya mulai memilih untuk menjadi penyanyi
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
TRIBUNJOGJA.COM - Didi Kempot adalah seorang legenda. Ketenarannya abadi, bahkan sejak 30 tahun lalu ketika dirinya mulai memilih untuk menjadi penyanyi.
Popularitasnya memang tak serta merta ia reguk. Di tahun 1984, ia sempat mengamen di Solo, bermodalkan ukulele dan kendhang.
Tiga tahun berselang, Didi Kempot memberanikan diri pindah ke ibukota untuk menjadi penyanyi profesional.
“Dulu, Mamiek (Prakoso) itu sering cerita, adiknya ngamen di Jakarta,” kata Tarzan, pelawak Srimulat dalam wawancaranya dengan Kompas TV, Selasa (5/5/2020).
Menurut penuturan Tarzan, Didi Kempot adalah seorang yang tekun dan mau bersusah payah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Di Jakarta, pada tahun 1987, Didi Kempot mau berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen.
Mulai dari situ julukan Kempot yang merupakan kependekan dari Kelompok Pengamen Trotoar terbentuk, yang menjadi nama panggungnya hingga saat ini.
Tak berhenti di mengamen, tekad Didi untuk menjadi penyanyi campursari terkenal membawanya ke studio rekaman.
Meski sempat ditolak beberapa label musik, namun ternyata Musica Studio’s menunjukkan ketertarikannya untuk menjadikan Didi Kempot sebagai salah satu penyanyi.
Baru pada tahun 1989, ia meluncurkan album pertamanya. Di album tersebut, lagu ‘Cidro’ juga disematkan.
Bukan sebuah julukan belaka jika seorang Didi Kempot disebut sebagai ‘The God of The Broken Heart’. Lagu-lagunya memang membuat ambyar siapapun yang pernah mengalami patah hati.
Lagu ‘Cidro’ misalnya. Banyak kata-kata yang menunjukkan dirinya kecewa karena asmara, mengingat cinta yang tak berbalas.
Meski semua lagunya berbahasa Jawa, ternyata para penggemarnya pun tak terbatas di kalangan orangtua ataupun mereka yang bisa berbahasa Jawa saja.
Tahun 2019, yang disebut-sebut tahun kejayaan seorang Didi Kempot, menunjukkan bahwa penggemar penyanyi campursari kelahiran 1966 itu cukup beragam.
• Sebelum Namanya Meroket di Tanah Air, Didi Kempot Sudah Ngetop di Suriname
Saat konser di Yogyakarta, kebesaran nama Didi Kempot menjadi daya tarik sendiri untuk publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/didi-kempot-meninggal-dunia-seniman-yang-dapatkan-anugerah-album-terbaik-di-suriname.jpg)