Pedagang Baju Muslim di Pasar Beringharjo Keluhkan Penurunan Omset

Penurunan omzet dirasakan para pedagang baju muslim di pasar Beringharjo pada bulan Ramadan tahun ini akibat pandemi Corona.

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Suasana pasar Beringharjo pada Minggu (3/5/2020) siang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penurunan omzet dirasakan para pedagang baju muslim di pasar Beringharjo pada bulan Ramadan tahun ini akibat pandemi Corona.

Padahal ketika memasuki bulan Ramadan, pembeli baju muslim akan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Penjaga toko Indoekonomi, pasar Beringharjo, kota Yogya, Suparti Ningsih (45) mengatakan, omzet penjualan baju muslim turun drastis hingga 90 persen.

"Biasanya kalau tidak ada Corona, bulan Ramadan bisa mencapai penghasilan hingga Rp 10 juta per harinya. Saat ini, untuk menjual satu baju saja sudah susah," jelasnya, Minggu (03/05/2020).

Tak hanya itu, akibat menurunnya pembeli, toko tempat kerjanya terpaksa merumahkan sebagian karyawannya.

"Dulu ada empat karyawan, dua orang sudah dirumahkan sejak Maret 2020. Sekarang untuk menjaga toko di shifting," ujarnya.

Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Virus Corona, Pemkot Yogya Bentuk Lumbung Pangan di Kelurahan

Suparti mengakui berkurangnya jumlah wisatawan berpengaruh besar terhadap pembelian baju muslim di pasar Beringharjo. Karena salah satu target pasar adalah wisatawan.

Surparti pun menambahkan, sejak adanya pelarangan wisatawan ke Jogja penjualan baju sudah alami penurunan.

Rata-rata kunjungan ke pasar Beringharjo kebanyakan dari wisatawan. Untuk pembeli lokal Yogyakarta tidak banyak.

"Pembeli kebanyakan dari wisatawan. Apalagi saat Ramadan biasanya pasar akan ramai banyak pembeli baju grosiran berasal dari luar Yogyakarta untuk membeli baju dalam jumlah banyak kemudian dijual lagi di daerahnya," ungkap Suparti.

Suparti pun menambahkan, kalau kondisi saat ini pembeli yang datang saja bisa dihitung jari, hanya ada tiga atau empat orang saja. Itupun belum tentu membeli.

"Sepi sekali, karena memang wabah ini (Corona). Kondisi ekonomi pun sulit, banyak orang yang lebih mementingkan kebutuhan makanan daripada pakaian," ungkap Suparti.(Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved