PM Singapura Prediksi Banyak Pekerjaan yang Beralih Digital Setelah Pandemi Corona Berakhir

Wabah virus corona memang mengubah tatanan dunia. Awalnya, masyarakat sering melakukan transaksi di pasar. Namun kini, transaksi tersebut beralih ke

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
SCMP
PM Singapura, Lee Hsien Loong 

TRIBUNJOGJA.COM, SINGAPURA - Wabah virus corona memang mengubah tatanan dunia. Awalnya, masyarakat sering melakukan transaksi di pasar.

Namun kini, transaksi tersebut beralih ke dunia digital, dimana pembeli tak harus ketemu penjual tetapi bisa mendapatkan barang yang diinginkan.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong sendiri sudah meminta Singapura untuk bersiap menghadapi perubahan setelah pandemi.

Menurutnya, ada beberapa pekerjaan yang akan punah karena meningkatnya pekerjaan berbasis digital.

Terlihat pekerja memindahkan barang untuk pengiriman di sebuah gudang di Singapura (9/4/2020), di tengah booming e-commerce.
Terlihat pekerja memindahkan barang untuk pengiriman di sebuah gudang di Singapura (9/4/2020), di tengah booming e-commerce. (SCMP)

Dalam jangka pendek, pengusaha dan karyawan harus bertemu di tengah-tengah untuk membendung pertumpahan darah di pasar tenaga kerja.

Sebab, Singapura merasakan beban penuh dari perlambatan ekonomi global yang sedang berlangsung, Lee mengatakan dalam pidato tahunan Hari Buruh, Kamis (30/4/2020).

Pidato tahunan di acara politik itu untuk pertama kalinya dalam enam dekade disampaikan melalui siaran langsung.

Itu juga tradisi bagi PM untuk berpidato di hadapan buruh Singapura pada 1 Mei dalam sebuah demonstrasi langsung yang diselenggarakan oleh Kongres Serikat Buruh Nasional, sebuah badan payung yang berafiliasi dengan Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa.

Dalam pidatonya yang berdurasi 16 menit, Lee mengatakan pemerintah sejauh ini telah menghabiskan sekitar SD 60 miliar (USD 42,5 miliar) untuk menyelamatkan pekerjaan, mengurangi biaya untuk perusahaan dan menyuruh warga Singapura mengatasi krisis ini.

”Tapi saya mendorong pengusaha dan pekerja untuk mengambil pandangan jangka panjang," kata Lee.

“Pekerja harus menerima pengorbanan upah agar bisnis berjalan. Pengusaha harus melakukan segala upaya untuk mempertahankan pekerja mereka, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” tambahnya.

UPDATE Terbaru Pasien Virus Corona Dunia Jumat 1 2020, Indonesia Peringkat 36, Malaysia 47, USA 1

Seorang wanita duduk sendirian di ruang publik yang kosong ketika orang-orang tinggal di rumah untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona COVID-19 di distrik bisnis keuangan Raffles Place di Singapura pada 14 April 2020.
Seorang wanita duduk sendirian di ruang publik yang kosong ketika orang-orang tinggal di rumah untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona COVID-19 di distrik bisnis keuangan Raffles Place di Singapura pada 14 April 2020. (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Dengan begitu, Lee mengatakan para pekerja akan mengingat dan mengembalikan kebaikan untuk membantu bisnis bertahan hidup sementara perusahaan mampu bangkit kembali ketika ekonomi meningkat.

Dalam jangka panjang, pandemi ini cenderung memacu gangguan permanen pada beberapa industri.

“Perubahan struktural yang signifikan terhadap perekonomian kita kemungkinan besar terjadi. Beberapa industri akan terganggu secara permanen. Perusahaan harus mengubah model bisnis mereka untuk bertahan hidup. Beberapa pekerjaan akan hilang begitu saja,” katanya.

“Pekerja di industri ini harus melatih kembali diri mereka sendiri, untuk mengambil pekerjaan di sektor baru,” papar Lee.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved