Yogyakarta
Diskominfo DIY Berikan Info Covid-19 di Berbagai Media
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi DIY Roni Primantohari menjelaskan bahwa pihaknya memberikan informasi yang dinamis kepada masyarakat terkait Cov
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi DIY Roni Primantohari menjelaskan bahwa pihaknya memberikan informasi yang dinamis kepada masyarakat terkait Covid-19 yang ada di DIY.
Ia menjelaskan, bahwa ketika pertama kasus Covid-19 masuk DIY, pihaknya membuat web khusus Covid-19 yang isinya memberikan informasi ke masyarakat terkait apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.
"Web ini jadi satu-satunya info resmi dari Pemda DIY pada masyarakat. Banyak hal yang harus kita lakukan karena info soal Covid-19 banyak dicari. Info resmi masih kurang, sehingga kita membuat berbagai macam info dalam bentuk grafis, teks, baik melalui medsos maupun jalur non digital," ungkapnya, Rabu (29/4/2020).
• Diskominfo Klaten Viralkan Kampanye 3S untuk Cegah Covid-19
Roni menjelaskan bahwa medsos yang dimiliki Diskominfo DIY di antaranya adalah Instagram, Facebook, dan sebagainya.
Namun ia merasa bahwa jalur digital ternyata masih kurang sehingga Diskominfo DIY membuat poster yang disebar sampai daerah.
Mulai kecamatan hingga kelurahan yang berkerja sama dengan kelompok informasi masyarakat.
"Misal tentang bagaimana mencuci tangan, etika batuk, kalau ada ODP, dan sebagainya. Waktu itu kerjasama dengan Gojek untuk menyebarkan 4.000 poster dan Gojek menyebarkan melalui driver yang sepeda motor sampai kelurahan sampai masyarakat secara gratis," urainya.
Roni mengimbuhkan, pihaknya juga membuat konten video yang disebarkan ke medsos misal Den Bagus Ing Ngarso.
Sebanyak dua kali dalam seminggu pihaknya memproduksi video.
Selanjutnya video disebar di medsos bekerjasama dengan akun masyarakat digital jogja.
• Bupati Klaten Imbau Warga Hindari Hoax Terkait Virus Corona
"Ada beberapa yang sudah viral repostnya lebih dari 100.000 yang terakhir yakni Den Bagus Ing Ngarso dalam dua hari mendapat 80.000 repost. Ternyata masyarakat mengena kalau penjelasannya ada humornya dari pada yang serius. Kita juga kerjasama dengan konten kreator untuk milenial misal tentang stay at home kutunggu lagi di Yogya, seperti itu," bebernya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng radio di seluruh DIY untuk menyampaikan Informasi Layanan Masyarakat (ILM) baik yang dibuat langsung oleh Diskominfo DIY maupun ynag dibuat secara mandiri oleh masing-masing radio.
"Kita juga kerjasama dengan TV nasional dan lokal di DIY untuk menyiarkan sosialisasi penanganan Covid-19. Kita juga banyak membuat baliho dan spanduk serta menyebarkannya di 40 titik di DIY. Mulai imbauan untuk stay at home, larangan mudik, jangan mengucilkan mereka yang terkena Covid-19, dan seterusnya," ucapnya.
Roni mengatakan, bulan depan atau Mei, pihaknya akan menambah imbauan terkait Covid-19 untuk masyarakat.
"Di awal kita sosialisasi agar tidak panik, selanjutnya ada larangan mudik, agar tidak mengucilkan, dinamis kita berkembang terus tidak hanya menangani Covid-19 tapi supaya orang stay at home, tidak mudik, jangan mengucilkan bahkan support mereka. Kita juga akan sosialisasi melalui media cetak jadi seperti display yang disertai penjelasan," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinas-komunikasi-dan-informatika-diy-rony-primanto-hari.jpg)