Pemain Sepak Bola Top Eropa Ini Memutuskan Masuk Islam

Banyak pesohor sepak bola Eropa yang memutuskan menjadi Muslim alias muala. Alasannya pun bermacam-macam.

Editor: Joko Widiyarso
ALAIN GROSCLAUDE / AFP
Paul Pogba (kanan) merayakan gol untuk Manchester United ke gawang Young Boys dalam partai Liga Champions di Stade de Suisse, Bern, 19 September 2018. 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak pesohor sepak bola Eropa yang memutuskan menjadi Muslim alias muala. Alasannya pun bermacam-macam.

Ada beragam faktor yang mendasari seseorang untuk pindah agama ke Islam.

Mereka memutuskan menjadi mualaf karena alasan keluarga, pasangan, lingkungan pertemanan, dan masih banyak lagi.

Lima pemain top Eropa berikut ini juga punya kisah masing-masing dalam menemukan jalan menuju Islam.

ERIC ABIDAL

Manager Teknis Barcelona Eric Abidal
Manager Teknis Barcelona Eric Abidal (www.fcbarcelona.com)

Pertemuan dengan sang istri menuntun Eric Abidal ke agama Islam.

Eks bek timnas Prancis dan Barcelona itu memutuskan menjadi seorang Muslim setelah menikahi perempuan asal Aljazair bernama Hayet.

Sebelumnya, ia merupakan pemeluk Katolik.

”Semua berlangsung alami. Pilihan memeluk agama Islam bukan karena faktor istri, tetapi sebuah hadiah yang tiba-tiba saja muncul," ujar Abidal.

"Itu benar-benar terjadi apa adanya. Mengalir begitu saja dan membuat saya merasa bahagia,” tutur Abidal menambahkan.

FRANCK RIBERY

Pemain sayap Bayern Muenchen, Franck Ribery, melindungi bola dari gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, saat kedua tim bertemu pada partai International Champions Cup (ICC) 2017 di Stadion Nasional Singapura, 25 Juli 2017.
Pemain sayap Bayern Muenchen, Franck Ribery, melindungi bola dari gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, saat kedua tim bertemu pada partai International Champions Cup (ICC) 2017 di Stadion Nasional Singapura, 25 Juli 2017. (ROSLAN RAHMAN/AFP)

Franck Ribery menjadi pemain asing tertua yang mencetak gol pertamanya di Liga Italia saat membawa Fiorentina menahan Atalanta 2-2 pada pekan ke-4 Liga Italia, Minggu (22/9/2019) di Bergamo.

Keputusan untuk menjadi mualaf diambil Franck Ribery setelah bermain di klub Liga Turki, Galatasaray, pada 2005.

Ribery merasa menemukan kedamaian dalam ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

"Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan luar lapangan sepak bola," ujar winger Fiorentina itu.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved