Bisnis

Harga dan Stok Ikan di Yogyakarta Tetap Stabil Saat Ramadan

Walaupun juga dihadapkan dengan wabah Virus Corona, semenjak Maret 2020 ternyata komoditas perikanan DIY tetap aman.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Seksi Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, Joko Susilo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Memasuki Bulan Ramadan, harga dan stok ikan di wilayah Yogyakarta masih relatif stabil.

Walaupun juga dihadapkan dengan wabah Virus Corona, semenjak Maret 2020 ternyata komoditas perikanan DIY tetap aman.

Seksi Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan DIY, Joko Susilo mengatakan, pasokan ikan sementara ini, baik tawar ataupun laut masih relatif aman.

Meskipun, sempat alami penurunan permintaan namun tidak berlangsung lama.

Bantu Ekonomi Warga Terdampak Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Banyurejo Bagikan Paket Sembako

"Hasil tangkapan para nelayan dan budidaya ikan tawar oleh petani ikan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang Ramadan," jelas Joko kepada TRIBUNJOGJA.COM pada Senin (27/4/2020).

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan DIY bahwa periode  Maret-April 2020 komoditas ikan laut yang mengalami kenaikan tertinggi pada harga yaitu, ikan tuna yang mencapai 5,26 persen.

Sedangkan untuk komoditas ikan tawar masih relatif stabil.

Sementara itu, beberapa jenis ikan hasil laut pada periode yang sama  yang memiliki jumlah tangkapan paling banyak adalah ikan, kembung sebanyak 100 kg, tuna 100 kg, dan tenggiri 150 kg.

Lalu, untuk komoditas ikan air tawar jumlah terbanyak pada periode Maret-April 2020 yaitu, ikan gurame 100 kg dan  ikan nila merah 150 kg.

Penyaluran hasil produksi ikan jenis air tawar sempat terhambat akibat wabah Corona pada Maret lalu. 

Di mana hasil panen ikan tawar sulit dipasarkan akibat adanya pembatasan di beberapa daerah DIY.

Namun, hal tak berlangsung lama karena setelah itu permintaan ikan kembali normal. 

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

"Ada beberapa pemilik tambak ikan tawar sempat kesulitan untuk pemasaran ikannya. Namun tak berlangsung lama karena permintaan masyarakat untuk konsumsi ikan sebagai sumber protein," tutur Joko.

Joko pun menambahkan, nelayan yang berada di Bantul dan Gunung Kidul masih beroperasi dan hasil tangkapan masih stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved