Tips Membeli Mobil Double Cabin Murah Bekas Tambang, Ini Komponen yang Perlu Diperhatikan
Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membeli kendaraan roda empat dengan harga lebih murah
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membeli kendaraan roda empat dengan harga lebih murah. Namun bukannya tanpa risiko. Jika Anda kurang cermat, membeli mobil bekas justru bisa membuat Anda harus merogoh kocek lebih dalam.
Sehingga penting bagi Anda untuk memahami seluk beluk mobil bekas, sekaligus kelebihan dan kekurangannya terutama untuk urusan suku cadang yang habis dimakan usia.
Memang banyak pilihan yang bisa diambil. Ada mobil bekas pemakaian pribadi. Ada juga mobil bekas opersional perusahaan yang salah satunya bekas perusahaan tambang.
• Alami Penurunan Akibat Wabah Virus Corono, Ini Harga Mobil Bekas Terbaru Xenia, Honda City
Sebagian besar di antaranya adalah mobil double cabin (dcab) bekas tambang yang dibenderol lebih murah.
Membeli dcab bekas tambang memang bisa menghemat puluhan juta rupiah, daripada membeli milik pribadi. Namun, karena berstatus kendaraan bekas area tambang, maka sudah pasti habitat lingkungan serta kebiasaan operasional juga akan berbeda dari pemilik pribadi.
• Tips Membeli Mobil Bekas : Cara Mengenali Mobil Bekas Banjir atau Tabrakan
Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, mengatakan, karena dcab bekas dari area tambang sudah pasti kerap melewati jalan yang berlumpur dan jelek. Selain itu, kendaraan operasional tentu punya perawatan berbeda yang lebih mementingkan fungsi ketimbang kenyamanan.
Jadi, kata Suparna, ketika membeli dcab bekas tambang, harus cek pada bagian kaki-kaki, termasuk sasis yang rawan berkarat atau keropos.
“Pada bagian kaki-kaki, perhatikan kondisi shock absorber depan dan belakang, karet-karet dan link stabilizer, karet mounting, ball joint, dan tie rod steer,” kata Suparna kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2020).
• Tips Membeli Mobil Bekas Agar Tak Menghabiskan Banyak Uang untuk Perbaikan
Selain itu, kerusakan yang bisa terjadi pada kaki-kaki yang paling parah yaitu pada Propeller Shaft. Karena sering terkena lumpur, bagian flexible joint bisa macet. Untuk bagian sasis yang bermasalah, ada ciri-cirinya.
“Ada bekas las dan cat baru, ini merupakan tanda dari sasis sudah ditambal bagian yang rusak atau berkarat,” ucap Suparna.
Suparna juga menjelaskan ketika dipakai jalan lurus, biasanya kendaraan cenderung bergerak ke satu sisi, baik kanan atau kiri, tidak center. Ciri ini muncul kalau kendaraan pernah mengalami kecelakaan atau kerusakan pada sasis.
Karat yang biasa ada di dcab bekas area tambang tidak menentu lokasinya, tapi paling banyak ada pada bagian depan dan dekat dengan kaki-kakinya. Posisi tersebut memang paling rendah dan sering terendam air atau terkena lumpur.
“Biaya perbaikan untuk kaki-kaki sangat bervariasi, harus lihat kondisi kendaraannya seperti apa. Namun kalau suku cadang paling mahal yaitu mengganti steering rack set,” kata dia.
Kalau ingin mengganti sasis juga bisa dilakukan, namun harus melakukan pengajuan resmi ke kepolisian dan pabrikan. Suparna mengatakan prosesnya juga cukup lama, bisa tiga bulan bahkan lebih. Masalahnya, sasis itu setara dengan 30-40 persen harga dcab itu sendiri. (*)
==
Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Beli Dcab Bekas Tambang, Siap-siap Perbaiki Komponen Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mobil-double-cabin-bekas-tambang.jpg)