Bisnis

Cabaca.id Berikan Alternatif Pembaca melalui Digital

Cabaca.id sebagai startup yang bergerak dalam bidang online publishing gencar memberikan program menarik agar bisa menyebarkan kebiasaan membaca buku

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Cabaca.id memberikan Alternatif Pembaca Melalui Platform Digital dalam memperingati Hari Bumi Sedunia 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cabaca.id sebagai startup yang bergerak dalam bidang online publishing gencar memberikan program menarik agar bisa menyebarkan kebiasaan membaca buku dalam bentuk digital.

Pertama kali dirilis Oktober 2017 lalu, pengguna Cabaca sudah mencapai 50 ribu orang dengan jumlah buku sekitar 240 judul.

Buku tersebut terdiri dari berbagai genre seperti teenlit, romance, horor, tip dan trik hingga buku motivasi yang bisa diakses menggunakan gadget.

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Akan Menggelar Pesantren Ramadan secara Online

Co-Founder Cabaca, Fatimah Azzahrah menyebutkan, digital dan cetak hanyalah persoalan media.

"Orang-orang tetap bisa memperoleh intisari atau konten yang dibutuhkan sekalipun tidak membacanya dalam bentuk cetak konvensional," jelas Fatimah melalui siaran pers yang diterima TRIBUNJOGJA.COM Rabu (22/04/2020).

Penggunaan e-book disinyalir lebih efektif dalam meningkatkan minat baca di Indonesia karena pembaca lebih mudah mengakses di mana saja.

Cabaca juga menciptakan program menarik yaitu Jam Baca Nasional dengan membebaskan pengguna secara gratis.

Ada pula misi mengumpulkan 'kerang' yang dapat ditukarkan untuk membaca gratis.

ITNY Memberikan Bantuan Kepada Mahasiswa yang Terkena Dampak Pandemi

"Alat transaksi bernama 'kerang' tersebut dapat dibeli dengan metode cashless sehingga dapat mengurangi uang kertas," tuturnya.

Pembelian dilakukan dengan cara transfer, potong pulsa serta dalam waktu dekat bisa menggunakan e-money.

Platform digital Cabaca diciptakan untuk memberikan alternatif baru bagi masyarakat Indonesia yang mau mencoba membaca namun tidak memiliki akses bacaan.

Kedepannya diharapkan masyarakat Indonesia terbiasa membaca meski tidak dalam bentuk karena dapat menambah konsumsi kertas. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved