Watford Bicarakan Potongan Gaji Pemain Susul Langkah West Ham United dan Southampton

Watford, pembicaraan soal upah di masa pandemi virus corona juga dilakukan tim lain seperti West Ham United dan Southampton

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
watfordfc.com
Pemain Watford 

TRIBUNJOGJA.COM Inggris - Klub Liga Inggris Watford dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan para pemain soal pengurangan upah untuk membantu keuangan klub selama pandemi virus corona .

Pembicaraan masih dilakukan namun belum ada kesepakatan yang diselesaikan oleh kedua pihak dikutip Tribunjogja.com dari Skysports, Senin (20/4/2020)

Tak hanya Watford, pembicaraan soal upah di masa pandemi virus corona juga dilakukan tim lain seperti West Ham United dan Southampton yang juga menyetujui soal pemberian upah selama pandemi.

Dilaporkan sebelumnya, pemain West Ham United dipangkas sebagian dari gaji mereka untuk membantu klub selama krisis virus corona.

Bahkan sementara manajer West Ham United David Moyes dan Vice chairman Karren Brady dipotong gaji sebesar 30 persen.

Sedangkan para pemain Southampton, manajer Ralph Hasenhuttl dan staf pelatihnya telah setuju soal potongan gaji mereka selama bulan April, Mei dan Juni.

Awal pekan ini, Liga Sepakbola Inggris (EFL) dan Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) merekomendasikan potongan sebesar 25 persen upah untuk April bagi pemain League One dan League Two yang berpenghasilan lebih dari £ 2.500 sebulan.

Beberapa waktu lalu, klub penghuni 10 besar klasemen Premier League, Burnley, terancam bangkrut.

Situasi ini terjadi menyusul ditangguhkannya kompetisi teratas Liga Inggris tersebut akibat pandemi virus corona.

Ketidakpastian soal jalannya kompetisi membuat Burnley diramalkan bangkrut pada bulan Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh presiden klub, Mike Garlick, dalam wawancara bersama Sky Sports.

"Faktanya adalah jika kami tidak menyelesaikan musim dan tidak ada awal yang jelas untuk musim depan, kami sebagai klub akan kehabisan uang pada bulan Agustus. Itu fakta," ucap Garlick dilansir Tribunjogja.com dari kompas.

"Saya tidak bisa berbicara soal klub lain dan saya tidak tahu posisi keuangan mereka. Saya hanya membicarakan klub dan posisi keuangan kami," tutur Garlick melanjutkan.

Berdasarkan situasi yang sedang melanda Burnley, Garlick berharap agar kompetisi di Inggris dapat kembali bergulir.

Dia yakin, menyelesaikan musim kompetisi 2019-2020 adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan klub dari dampak ekonomi yang mulai dirasakan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved