Bisnis
Imbas Corona, Pengrajin Kulit Minim Pembeli
Di tengah sulit akibat pandemi Corona membuat sektor usaha pengrajin kulit "Sepatuku", wisata Mandingan, Bantul alami penurunan pembeli secara dratis.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Di tengah sulit akibat pandemi Corona membuat sektor usaha pengrajin kulit "Sepatuku", wisata Mandingan, Bantul alami penurunan pembeli secara dratis.
Penurunan pembeli semenjak Maret 2020 sudah terasa.
Saat itu, pandemi mulai merebak di Yogyakarta.
Pemilik usaha pengrajin kulit "Sepatuku", wisata Mandingan, Bantul, Wadini Arispranawa (52) mengatakan, penurunan pembeli mulai terjadi awal Maret 2020 hingga saat ini.
Ditambah berkurangnya jumlah wisatawan dan pemudik di tahun ini.
• Kebijakan Restrukturisasi Bagi UMKM di Tengah Wabah Corona Disambut Baik oleh Pengrajin Batik Ini
"Rata-rata pelanggan kami dari Yogyakarta dan wisatawan . Biasanya pada musim mudik banyak juga pembeli yang datang dari luar kota. Dalam sehari bisa 3 pasang sepatu terjual. Namun, sampai saat ini belun satupun pelanggan yang datang" jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM pada Senin (20/4/2020).
Adapun produk kulit yang dijual seperti sepatu, tas, ikat pinggang dan dompet berbahan kulit sapi dan domba.
Sepinya pembeli membuat usaha pengrajin "Sepatuku" pun harus merumahkan pegawainya ketika pandemi berlangsung.
"Saya ada tiga karyawan, satu orang menjaga toko sisanya bagian produksi. Untuk penjaga toko terpaksa saya rumahkan karena pemasukan tak cukup untuk membayar upahnya. Sedangkan bagian produksi tetap bekerja untuk jaga-jaga jika ada pemesanan," tutur Wadini.
• Produk Peralatan Makan dan Pisau Gaya Klasik Karya Pengrajin Magelang Diminati Pasar Internasional
Sementara itu, penurunan pembeli pun berimbas pada pemasukan yang didapat. Akibatnya, harus menghentikan produksi saat ini.
"Pemasukan turun hingga 90 persen. Produksi kami berhentikan dulu karena bahan kulit sapi atau domba tidak murah. Kami akan produksi lagi jika ada pemesanan,"paparnya.
Ia pun menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan hariannya sempat beralih menjadi penjual daging ayam.
"Kemarin karena tidak ada pemasukan saya coba menjual daging ayam. Hasilnya, lumayan untuk beli kebutuhan dapur," pungkas Wadini.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wadini-arispranawa-pemilik-usaha-kerajinan-kulit-sepatuku.jpg)