Yogyakarta

Kebijakan Restrukturisasi Bagi UMKM di Tengah Wabah Corona Disambut Baik oleh Pengrajin Batik Ini

Pemerintah memberikan restrukturisasi untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah wabah virus Corona.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Pemilik Sanggar Jumputan Maharani Tetap Tersenyum Walaupun Penjualan Menurun 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah memberikan restrukturisasi untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah wabah virus Corona.

Peraturan terkait adanya restrukturisasi kredit bagi debitur (termasuk UMKM) yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pada Bank karena terdampak penyebaran covid 19.

Kepala OJK DIY Parjiman melalui wawancara ,Kamis (26/03/2020) lalu menjelaskan, debitur tidak dibatasi jumlahnya dan berapapun jumlah fasilitas bisa dilakukan restrukturisasi. Dengan catatan memang benar terkena dampak covid-19.

Kebijakan restrukturisasi disambut positif oleh pelaku UMKM pengrajin batik, Surani (45), pemilik Sanggar Jumputan Maharani , Umbulharjo , Yogyakarta.

Usahanya sangat bergantung pada kunjungan wisatawan.

Bagaimana Cara Mengajukan Keringanan Kredit Bank dan Leasing? Ini Tips dari OJK

“Sejak dibatasinya kunjungan wisata karena covid-19, kami sudah tidak ada pembeli. Pemesanan dari luar kota juga sudah tidak ada,” ujarnya.

Usaha rumahan yang memiliki tiga puluh lima pekerja masih terus memproduksi batik walaupun sulit mendapat pelanggan.

“ Sampai sekarang kita masih terus berproduksi. Kalau tidak kasihan pegawai di sini tidak ada penghasilan. Saya tidak tega juga, ya sudah tetap produksi tetapi tidak banyak,” ungkapnya.

Sepinya pembeli mengharuskan Surani untuk berpikir lebih keras agar usahanya bertahan.

“Saya harus memutar otak agar tidak bangkrut.  Apalagi ada pinjaman dari Bank yang harus di bayar setiap bulannya,” tuturnya.

Adanya peraturan restrukturisasi menjadi harapan baru saat usaha batik produksinya kosong pembeli.

“Ya, saya pasti senang dapat kabar tentang kelonggaran pembayaran cicilan. Apalagi usaha saya ini memang terkait fashion dan wisata. Pembeli utama kami wisatawan yang rata-rata berasal dari luar kota. Sejak masa isolasi diri belum satu pun pembeli datang,” terangnya.

Perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM ketika terdampak virus Corona sangat membantu untuk menghindari gulung tikar.

DPRD DIY Desak UKM dan UMKM Produksi APD

“Pastinya senang sekali kalau  peraturannya diterapkan. Saat ini kan lebih besar pengeluaran risikonya bisa membuat tutupnya usaha.Semoga dengan kebijakan ini membuat UMKM dapat bertahan di tengah pandemi ini," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved