Update Corona di DI Yogyakarta
Terdampak Virus Corona, Dewatha Sakti Tours Alami Penurunan Pelanggan
Jasa trip (perjalanan) Dewatha Sakti Tours di Kota Yogya menjadi satu diantara banyaknya sektor wisata yang paling terdampak akibat adanya covid-19.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jasa trip (perjalanan) Dewatha Sakti Tours di Kota Yogya menjadi satu diantara banyaknya sektor wisata yang paling terdampak akibat adanya covid-19.
Penurunan wisatawan sudah terjadi pada pertengahan Maret 2020.
Banyak kunjungan wisatawan dari mancanegara terpaksa dibatalkan.
Pimpinan Dewatha Sakti Tours dan Puri Artha Hotel, Bagus Ardhi Baliantoro (60), mengatakan, sekitar seribu kunjungan pada periode Maret-Mei 2020 dibatalkan.
• BREAKING NEWS : Belasan Tempat Wisata di Yogya Dipastikan Tutup Sementara
"Pelayanan trip kami berfokus pada wisatawan negara bagian Eropa yang ingin mengunjungi Yogyakarta. Pada periode Maret-Mei 2020, sekitar ribuan wisatawan yang membatalkan perjalanan ke sini," jelas Bagus kepada TRIBUNJOGJA.COM pada Senin (13/4/2020).
Ia juga menambahkan, penurunan wisatawan pada periode Januari hingga April 2020 sekitar 99 persen.
Selama periode tersebut tidak ada satupun transaksi dengan pelanggan.
Karena banyak negara sudah mengeluarkan kebijakan "travel warning" seperti, negara bagian Eropa yaitu Italia atau Inggris, sudah menghimbau penduduknya untuk tidak bepergian ke luar negeri.
Hal yang sama juga diterapkan pemerintah Indonesia untuk membatasi kunjungan ke dalam negeri.
Selain itu, banyak maskapai penerbangan dari dalam dan luar negeri tidak beroperasi.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
Tentu, ini semakin mempersempit kunjungan wisatawan ke negara-negara lain.
"Usaha perjalanan kan sangat bergantung dengan banyak sektor seperti penerbangan, hotel atau tempat wisata. Kalau rangkaian sektor ini mandek , tentu usaha trip tidak akan jalan. Sekarang saja masih ada tiga orang wisatawan asing belum bisa kembali ke negaranya karena tidak penerbangan," ucapnya.
Permintaan trip periode high season bagi wisatawan mancanegara pada Juni sampai September 2020 juga belum ada peminat.
"Biasanya untuk kunjungan wisatawan mancanegara seperti Prancis, Denmark bahkan Qatar akan meningkat pada Juni hingga September. Namun, sampai saat ini belum ada permintaan untuk kunjungan ke sini (Yogyakarta)," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terdampak-virus-corona-dewatha-sakti-tours-alami-penurunan-pelanggan.jpg)