Update Corona di DI Yogyakarta

Bangkitnya Solidaritas Masyarakat di Tengah Krisis Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19 solidaritas sosial terus bergulir di antara masyarakat. Masyarakat sosial terus berkembang di tengah permasalahan yang sema

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM/Maruti A. Husna/ tangkapan layar
Arie Sujito saat menjadi narasumber diskusi daring Fisipol UGM, Senin (13/4/2020) 

Dia menyebutkan, contohnya aksi donasi sampai dengan jaminan sosial warga, bantuan makanan, subsidi kelompok rentan, solidaritas pemotongan gaji, hingga kampanye literasi sosial.

Terkait hal ini, lanjut dia, ada beberapa agenda ke depan yang perlu dilakukan bersama.

Di antaranya banyak pengetahuan lokal tentang inisiatif pertahanan diri masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam kebijakan oleh negara. Misalkan, yang negatif berupa penolakan sosial dan lockdown yang menutup semua akses.

Selanjutnya, pengetahuan masyarakat sipil, semisal edukasi hidup sehat, literasi informasi dan kepedulian untuk kemanusiaan menjadi pelajaran penting untuk dikembangkan.

Di samping itu, kata Arie, perlunya mengantarkan kisah-kisah positif keberdayaan warga dalam solidaritas sosial kepada publik agar menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Namun demikian, menurut Arie, apa yang dilakukan masyarakat ini bersifat jangka pendek.

“Apa yang dilakukan masyarakat harus dipandang sebagai modalitas oleh negara untuk menentukan kebijakan yang lebih luas. Misalnya, pada kelompok rentan,” tegasnya.

Pakar Sosiologi UGM: Penolakan Jenazah Covid-19 Disebabkan Adanya Gap Pengetahuan

Dia menerangkan, partisipasi masyarakat memiliki keterbatasan sebab ia pun dituntut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Solidaritas sosial itu sebagai jaring pengaman sosial yang paling bawah. Tetap kewajibannya ada pada negara. Tapi nggak mungkin semua persoalan diselesaikan oleh negara, maka solidaritas sosial itu diperlukan,” imbuhnya.

Dia pun mengatakan sangat mengapresiasi masyarakat yang berinisiatif tanpa ada suruhan dari kabupaten dan sebagainya.

“Tanggung jawab utama tetap pemerintah, tetapi nggak mungkin tergantung kepada pemerintah di saat kita bisa melakukan sesuatu. Tapi masyarakat mungkin bisa bertahan, sampai kapasitas berapa bulan? Kalau ini kemungkinan masih panjang,” ungkap Arie.

Dia pun merekomendasikan perlu adanya pendekatan politik baru dalam penanganan Covid-19 karena pendekatan solidaritas masyarakat dalam Covid-19 ini juga berbeda dengan bencana-bencana yang lain. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved