Mengenal Sosok Daniel Oscar Baskoro, Pencipta Platform Sebaran-covid19.jogjaprov.go.id
Mengenal Sosok Daniel Oscar Baskoro, Pencipta Platform Sebaran-covid19.jogjaprov.go.id
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Di sana dia menciptakan berbagai inovasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Industri 4.0.
Selain itu, ia banyak melakukan kolaborasi sebagai peneliti dan konsultan di berbagai instansi swasta dan pemerintahan terkait tata kelola data dan transformasi digital.
Mengidolakan Habibie dan Langkah Selanjutnya
Ditanya mengenai sosok yang paling menginspirasi hidupnya, Oscar ternyata menjawab mantap, “Habibie”. Bahkan ia mengaku sudah berulang-ulang membaca buku biografi beliau.
Itu pula yang kemudian mengarahkan jalan hidup Oscar. Tidak jauh dari sosok Bapak Teknologi Indonesia itu.
“Saya (berkontribusi di teknologi) ini nggak kepikiran apa-apa. Hidup ini cuma buat bantu orang,” tandasnya.
Ia mengaku, ciri khas orang Jogja sangat melekat pada dirinya. Yang tidak mengharapkan kompensasi saat membantu. Itu pula yang ia sampaikan saat membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19 ini.
“Pokoknya gampang, nggak usah dipikirin (kompensasi), saya bilang ke instansi pemerintah juga. Saya nggak suka kalau orang membuat atau menawarkan teknologi tapi hanya untuk proyekan atau gengsi-gengsian, yang utama adalah manfaatnya” paparnya.
Saat ini, Oscar juga tergabung dalam tim digital Gugus Tugas Penanganan Covid-19 nasional.
Ia yang masih berada di DIY, aktif memberi masukan melalui beberapa grup Satgas Penanganan Covid-19 nasional secara daring.
Grup itu terdiri atas beberapa stakeholder, mulai dari kementerian, pemerintah pusat, dan instansi yang terlibat. Sementara, Oscar menjadi aktor independen.
“Saya paling muda dan paling vokal. Karena saya tidak ada kepentingan atau tanggung jawab dengan instansi mana pun yang utama mewujudkan tata kelola data yang baik untuk Covid-19 ini,” ungkapnya.
Platform sebaran-covid19.jogjaprov.go.id yang dikembangkannya bersama tim relawan digital Covid-19 DIY pun saat ini dalam tahap pengembangan secara nasional.
Dirinya berharap platform itu bisa dikembangkan menyajikan data sampai level kelurahan, tidak hanya kecamatan seperti saat ini.
Menurutnya, eskalasi di tingkat nasional mudah dilakukan jika data yang ada dari daerah ke nasional mengalir dengan lancar.
“Saat ini belum mengalir,” katanya.
Sementara, kata dia, bertindak tanpa data ibarat berjalan di tengah hutan tanpa senter.
Ia pun terus mencoba mengadvokasi pemerintah terkait tata kelola data ini.
“Dengan melakukan tata kelola di Jogja dulu. Di Jogja kan pemerintahnya lebih mudah. Kuncinya start small big impact. Kalau Jogja sudah mulai rapi, maka mudah diaplikasikan ke nasional,” tuturnya.
Menurutnya, selanjutnya penting untuk memikirkan tata kelola data yang membantu pembuatan kebijakan. Tujuannya untuk mempermudah dan membuat kebijakan Covid-19 secara cepat dan tepat.
“Cepat itu apa? Datanya mengalir terus, misalnya masalah RS rujukan, selama ini ternyata banyak yang penuh. Mana RS yang APD-nya kurang. Kedua, tepat, itu artinya datanya lengkap. Terkait tata kelola data di nasional, belum banyak yang mengadvokasi ini,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-sosok-daniel-oscar-baskoro-pencipta-platform-sebaran-covid19jogjaprovgoid.jpg)