Mekkah dan Madinah Ditutup Penuh, Jam Malam Bertambah Jadi 24 Jam

Arab Saudi menerapkan aturan baru yakni jam malam selama 24 jam di Mekkah dan Madinah guna mengatasi wabah virus corona.

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
AFP
Para jamaah Muslim mengelilingi Ka'bah suci di Masjidil Haram Mekah, situs paling suci Islam, pada 3 April 2020. Arab Saudi pada 2 April memperpanjang pembatasan jam malam di dua kota tersuci Islam menjadi 24 jam untuk membendung penyebaran virus corona karena jumlah kematian akibat virus itu terjadi. penyakit naik menjadi 21. 

TRIBUNJOGJA.COM - Arab Saudi menerapkan aturan baru yakni jam malam selama 24 jam di Mekkah dan Madinah guna mengatasi wabah virus corona.

Akan tetapi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menetapkan pengecualian, bagi para pekerja di sektor penting saat ini dan penduduk yang membeli makanan serta mengakses perawatan medis.

Aturan baru juga berlaku untuk kendaraan. Tiap mobil hanya boleh membawa satu penumpang.

Upaya ini melanjutkan aturan-aturan sebelumnya yakni menghentikan penerbangan internasional, menangguhkan umrah sepanjang tahun, menutup sebagian besar tempat umum, dan sangat membatasi pergerakan warga.

Dilansir Aljazeera, pada Selasa (31/3/2020) Menteri Haji dan Umrah Mohammed Saleh Benten, meminta umat Islam untuk menunggu pengumuman lebih lanjut tentang ibadah haji yang dijadwalkan pada akhir Juli.

Sekitar 2,5 juta umat Islam biasanya berbondong-bondong ke Mekkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji.

Momen rutin tahunan itu juga menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Kerajaan Arab Saudi. Akses keluar masuk Riyadh, Mekkah, Madinah, dan Jeddah sekarang juga terbatas.

Beberapa permukiman di Mekkah dan Madinah sudah di-lockdown penuh, setelah sebelumnya diterapkan jam malam mulai pukul 3 sore sampai 6 pagi.

Hingga Jumat (3/4/2020) Arab Saudi telah mencatatkan 1.885 kasus virus corona dengan 21 korban meninggal, terbanyak di antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan 6 negara.

Pembaruan dari aturan sebelumnya Penutupan akses selama 24 jam di Mekkah dan Madinah adalah pembaruan dari aturan yang diterapkan sebelumnya.

Pada 25 Maret, Raja Salman menerapkan jam malam mulai pukul 15.00, dari yang sebelumnya pukul 19.00 waktu setempat.

"Negeri Petrodollar" itu sebelumnya menerapkan jam malam mulai Senin (23/3/2020) selama 21 hari, setelah adanya lonjakan kasus virus corona Covid-19.

Lalu, kematian kedua yang merupakan warga asing berusia 46 tahun di Mekkah membuat Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan lebih ketat.

Peraturan ini mengubah ritme kehidupan sehari-hari di negara berpenduduk sekitar 30 juta orang itu. Sebelumnya, pertemuan larut malam di kedai kopi atau di rumah adalah hal biasa, tetapi sekarang tidak bisa dilakukan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Arab Saudi Tutup Penuh Mekkah dan Madinah, Jam Malam Bertambah Jadi 24 Jam" 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved