Update Corona di DI Yogyakarta
Hadapi PSBB, Stok Pangan di DIY Aman 4 Bulan ke Depan
Bulog DIY mengklaim persediaan pangan cukup dalam menghadapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam penanggulangan wabah virus Corona.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY mengklaim persediaan pangan cukup dalam menghadapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam penanggulangan wabah virus Corona.
"Stok persediaan pangan kita cukup aman dan masyarakat tidak perlu khawatir," kata Kepala Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Juhaeni, Jumat (3/4/2020).
Dia menerangkan, stok pangan gudang Bulog Kanwil DIY saat ini ini masih mencukupi bahkan hingga kurun waktu empat bulan mendatang.
Sehingga Bulog Kanwil DIY yang membawahi DIY, Kedu dan Banyumas yakin mampu memenuhi kebutuhan pangan warga.
• Harga Gula Naik, Disperindag Gunungkidul Berharap Ada Intervensi dari Pemda DIY dan BULOG
Juhaeni mengungkapkan, saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 18.598 ton, minyak goreng 2,085 liter, tepung terigu 20 ton dan daging kerbau sebanyak 14 ton.
Sementara untuk stok gula pasir sampai saat ini di gudang Bulog memang masih kosong.
Pihaknya masih menunggu realisasi impor yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Untuk beras, dia mengatakan bahwa jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan tiga hingga empat bulan mendatang.
Sementara untuk minyak goreng stoknya masih jauh dari cukup terlebih nanti akan kembali datang sekitar 1000 liter untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Berasnya aman, apalagi kan sebentar lagi memasuki musim panen sehingga stok di masyarakat juga melimpah," tambahnya.
Di sisi lain, dengan merebaknya wabah virus Corona pihaknya menyiasati dengan mengikuti anjuran dari pemerintah dengan menerapkan pembatasan sosial.
• Pemkot Dapat Bantuan 10 Wastafel Portabel untuk Pasar Tradisional
Pihaknya memaksimalkan penjualan barang melalui saluran e-commerce mereka di lapangan yang bisa di akses melalui satu di antara lokapasar.
Sejak mewabahnya virus Corona di sejumlah wilayah termasuk DIY, penjualan secara online barang-barang dari Bulog pun mengalami peningkatan.
Pihaknya mencatat setidaknya ada peningkatan sekitar 20% pemasaran melalui saluran online yang diluncurkan belum lama ini.
"Untuk yang ke Rumah Pangan Kita (RPK) juga kita meminimalkan bertemu muka pemilik RPK tinggal pesan melalui saluran telepon yang kita miliki," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hukum-zakat-fitrah-syarat-berapa-kg-dibayarkan-hingga-niat-zakat-sendiri-dan-keluarga.jpg)