Update Corona di DI Yogyakarta

Disperindag DIY Prediksi Terjadi Penurunan Nilai Ekspor pada Triwulan Kedua.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, khawatir penurunan nilai ekspor terjadi pada triwulan kedua karena dampak Virus Corona.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Seksi Pengembangan Ekspor Disperindag DIY, Wahyu Guntur Anggoro. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, khawatir penurunan nilai ekspor terjadi pada triwulan kedua karena dampak Virus Corona.

Melalui wawancara dengan Tribun Jogja , pada Jumat (3/4/2020),  Wahyu Guntur Anggoro, Kepala Seksi Pengembangan Ekspor Disperindag DIY, menjelaskan eskpor produk masih relatif stabil selama triwulan pertama. 

Nilai ekspor pada triwulan pertama masih relatif stabil.

"Pada triwulan pertama,  Januari nilai ekspor mencapai 36,69 juta USD, Februari 31,2 juta USD dan Maret 31,78 juta USD. Nilai produk ekspor mencapai target di angka 31,68 persen," jelasnya.

Arahan Presiden Jokowi Tangani Virus Corona, Gelar Rapid Test Massal Hingga Larang Ekspor Alkes

Kemungkinan dampak virus Corona terasa  saat memasuki triwulan kedua.

"Pada triwulan kedua sepertinya akan terjadi penurunan pada nilai ekspor. Karena sudah ada laporan dari Industri Kecil Menengah (IKM) terkait pembatalan pengiriman barang," tuturnya. 

Ada empat produk yang mengalami kenaikan permintaan antara lain, pakaian jadi (tekstil) menghasilan 16,2 juta USD, mebel kayu menghasilkan 5,3 juta USD, Sarung tangan kulit menghasilkan 3,4 juta USD dan biji vanila menghasilkan 2,2 juta USD.

Menyikapi kemungkinan penurunan nilai ekspor triwulan kedua.

Disperindag DIY melakukan pendataan.

"Kebijakan ini untuk memantau pemilik IKM apabila terjadinya penurunan ekspor di triwulan kedua," ucapnya.

Pemkot Dapat Bantuan 10 Wastafel Portabel untuk Pasar Tradisional

Diharapkan pendataan dapat diisi setiap pemilik IKM.

Pendataan merupakan kerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk mengidentifikasi IKM yang terdampak covid-19.

"Pendataan dilakukan sebagi identifikasi dampak virus Corona bagi pemilik IKM. Nantinya, data meliputi seperti penurunan penghasilan hingga jumlah pekerja yang di rumahkan oleh pengusaha. Data ini akan dikirim ke pusat dan akan diproses lebih lanjut," paparnya.

Sejauh ini, Disperindag DIY melakukan pendataan secara online.

"Kami melakukan pendataan secara online melalui website. Informasi pendataan sudah kami sebar ke media sosial pemilik IKM. Sehingga, apabila penurunan nilai ekspor pada triwulan kedua terjadi, kami sudah ada data," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved