Kecewa Terhadap Raja, Penggemar K-Pop di Thailand Trendingkan Tagar Dispatch
Kabar ironis datang dari Thailand. Di tengah pandemi virus corona yang mendera seluruh dunia, Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn malah pergi ke Jerman
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar ironis datang dari Thailand. Di tengah pandemi virus corona yang mendera seluruh dunia, Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn memilih menghindar ke Jerman.
Raja yang berusia 67 tahun itu menyewa hotel mewah di Jerman, Grand Hotel Sonnenbichl. Hotel itu menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen yang indah dan menentramkan.
• Ditemani 20 Selir di Hotel Mewah, Raja Thailand Lakukan Isolasi Diri dari Virus Corona
Namun, ia tidak sendiri disana. Bersama dengan 20 selirnya, ia tidak ikut berperang melawan Covid-19, tapi justru bersenang-senang di Jerman.

Frustrasi dengan tindakan monarki yang abai di tengah wabah seperti ini, beberapa penggemar K-pop di Thailand menggunakan meme dan lirik untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.
Pada hari Minggu (30/3/2020), tagar #Dispatch mendominasi Twitter Thailand selama berjam-jam ketika penggemar lokal menerjemahkan laporan dari outlet media Korea tentang keberadaan raja Thailand di Jerman.
Pemberitaan yang dipublikasi di Dispatch itu berasal dari pelaporan media Jerman. Mereka memberitahu bahwa King Maha Vajiralongkorn justru berada di Jerman ketika pandemi corona semakin meningkat di negaranya.
“Kami terkejut bahwa outlet berita Disptach yang dikenal dengan rumor kencan melaporkan berita tersebut. Itu adalah kejutan besar bagi penggemar K-pop Thailand dan menarik banyak minat, ”kata seorang penggemar lokal.
Dispatch memang dikenal sebagai outlet berita kencan. Tiap awal tahun, outlet berita itu akan membocorkan siapa saja idola yang sedang menjalin hubungan khusus. Beberapa yang sempat terciduk adalah Kai EXO dan Jennie Blackpink serta Baekhyun EXO dan Taeyeon SNSD.
Penggemar lain mengatakan kepada The Korea Herald bahwa mereka kecewa dengan tindakan sang raja. Menurut mereka, raja telah acuh kepada masyarakat.
"Sementara kita mempertaruhkan nyawa dengan kekurangan pasokan medis, dia menyewa sebuah hotel mewah yang didanai oleh uang pajak publik,” ujar penggemar itu.
Rasa frustasi publik meningkat. Akan tetapi, mereka tak bisa mengkritik keluarga kerajaan begitu saja. Jika mereka melayangkan kritik, maka mereka terkena pasal lèse-majesté, sebuah hukum yang digunakan pada zaman Romawi Kuno.
Diartikan secara harafiah, hukum itu berarti ‘berbuat salah terhadap keagungan’ yang jika dijabarkan dengan singkat, siapapun yang menghina raja, maka dia akan dihukum penjara.
Untuk itu, tak banyak orang Thailand yang secara tegas mengkritik raja. Kalau mereka mengkritik raja, bisa-bisa tiada hari esok untuk mereka.

Beberapa orang menggunakan sarkasme dan referensi K-pop untuk melakukan pukulan keras pada raja. Itu adalah cara paling ideal untuk melampiaskan kekesalan daripada hilang dari peredaran duniawi.
"Anda membuat orang Thailand merasa istimewa," tulis salah satu pengguna Twitter yang menggunakan lagu ‘Feel Special’ milik Twice.