Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKINGNEWS : Sultan Siapkan Tempat Karantina, Pihak Hotel Ajukan Diri

Gubenur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa Pemda DIY telah menyiapkan tempat karantina di luar rumah sakit untuk karantina para tenaga

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (26/3/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubenur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa Pemda DIY telah menyiapkan tempat karantina di luar rumah sakit untuk karantina para tenaga medis dan yang perlu dikarantina.

Dua tempat tersebut adalah Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta dan Wisma Haji.

"Jadi diklat-diklat banyak di sini. Wisma haji dan sebagainya bisa kita gunakan. Dan juga ada teman-teman yang punya hotel sudah berkumunikasi karena dari pada hotel ditutup, bisa juga digunakan untuk tinggal karantina. Teman-teman sudah membangun komunikasi dengan kami. Tindak lanjut seperti apa, fasilitas apa yang bisa kami sediakan," ucapnya, di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Kamis (2/4/2020).

Sultan menilai penting adanya tempat karantina tersebut mengingat saat ini arus mudik telah terjadi, di mana mereka yang berada di zona merah memilih kembali ke kampung halaman masing-masing.

Pemkot Yogya Lakukan Pendataan Pekerja yang di-PHK Akibat Virus Corona

"Kami juga harus punya cadangan. Kalau ada lonjakan, jangan sampai kita grobyakan mencari-cari (tempat). Virus ini tidak bisa ditunggu. Virus terus jalan. Jadi kita harus cepet nyelesaikan," ucapnya.

Sementara itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa Pusdiklat maupun Wisma Haji telah memenuhi syarat untuk menjadi tempat karantina.

Persyaratan tersebut di antaranya adalah kesiapan dapur, jaminan higienis, dan jarak fisik antar orang.

"Pusdiklat memiliki kapasitas 150 orang dan Wisma Haji kapsitas 300 orang," ujarnya.

Terkait siapa saja yang nantinya mengisi tempat karantina tersebut, Aji menjelaskan bahwa hal tersebut tengah didiskusikan.

"Salah satu dipakai untuk khusus tenaga medis, satunya siapa yang perlu dikarantina. Kalau diputuskan diperlukan (bagi pemudik) kita lakukan. ODP kita minta isolasi di rumah," bebernya.

Disinggung mengenai rencana menggunakan hotel, Aji enggan mengatakan hotel mana saja yang akan digunakan sebagai tempat karantina.

"Hotel belum saya teruskan tapi beberapa teman sudah menawarkan. Tidak saya sebutkan dulu (hotelnya) karena banyak yang menawarkan," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved