Bisnis
Pertamina Berikan Wawasan Kedaulatan Energi
Pertamina sebagai BUMN memegang peranan yang cukup besar dalam keberlangsungan energi di Indonesia mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kompleksitas bisnis energi di Indonesia yang cukup tinggi terutama di bidang hilir, memberikan sebuah ide kepada PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta untuk menyelenggarakan acara “No Baper: Nongkrong Bareng Pertamina” bersama awak media di Yogyakarta pada Jumat (13/3/2020).
Acara ini memberikan tambahan wawasan seputar digitalisasi dan Energi di Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di Sinegi Co-working Space, ini menghadirkan Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, sebagai praktisi energi dan Manager Media Communication PT Pertamina (Persero), Heppy Wulansari.
Dalam paparannya, Komaidi menjelaskan, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan yang cukup besar dalam keberlangsungan energi di Indonesia mulai dari sektor hulu hingga hilir.
• Pertamina Optimalkan Layanan Pesan Antar di Kota Yogyakarta
"Bisnis Energi Pertamina yang cukup besar pengaruhnya terutama bagi Indonesia ada di bidang hilir. Sebagai latar belakang, saat ini kondisi produksi dan konsumsi migas di Asia Pasifik berbanding cukup jauh," ungkapnya.
Lanjutnya, produksi migas di Asia Pasifik saat ini mengambil porsi hanya 30% sedangkan konsumsinya 60%.
"Hal tersebut juga saat ini terjadi di Indonesia," kata dia.
Ia menambahkan, saat ini produksi minyak di Indonesia hanya berkisar di angka 800 ribu barel sedangkan konsumsi berada di angka 1,6 juta barel.
"Sehingga, pemenuhan kebutuhan minyak di Indonesia saat ini adalah melalui impor," terangnya.
Karena kondisi tersebut, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina memiliki tugas yang cukup berat dalam pemenuhan energi di Indonesia.
• Olahan Ikan Segar Nan Sehat Ala Pondok Makan Pelem Golek
Rumit dan panjangnya rantai birokrasi di Indonesia membuat Pertamina sulit dalam mengambil langkah-langkah strategis dalam kemandirian energi bangsa Indonesia.
"Sebenarnya hal tersebut bisa diantisipasi jika seluruh pemangku kebijakan telah memahami permasalahan-permasalahan yang ada dan bersama-sama mencari jalan keluar," tutur Komaidi.
Kegiatan “Nongkrong Bareng Pertamina” ini dihadiri oleh awak media yang sebagian besar berasal dari Kota Yogyakarta.
Para peserta pun mendapatkan pengetahuan lebih terkait kondisi energi di Indonesia saat ini.
Selama ini, kebanyakan hanya mengetahui bahwa Pertamina hanya seputar berita BBM dan LPG.
Namun ternyata, bisnis migas di Indonesia sangat luas dan kompleks. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertamina-berikan-wawasan-kedaulatan-energi.jpg)