Oknum Polisi di Gresik Lecehkan Mertua Sendiri, Diduga Tujuh Kali Melakukan Pencabulan
Oknum Polisi di Gresik Lecehkan Mertua Sendiri, Diduga Tujuh Kali Melakukan Pencabulan
TRIBUNJOGJA.COM, GRESIK - Seorang oknum polisi di Gresik, Jawa Timur dilaporkan oleh mertua dan istrinya sendiri karena diduga melakukan pencabulan terhadap ibu mertuanya.
Oknum polisi berinisial NS (36) tersebut diduga telah mencabuli ibu mertuanya sebanyak tujuh kali.
Polisi berpangkat Brigadir itu diduga mencabuli mertuanya, padahal dia belum genap setahun menikah.
NS menikah dengan IT (25) pada September 2019 lalu.
Kini, mahligai rumah tangganya di ujung tanduk.
Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Gresik, AKP Hasyim Asyari membenarkan laporan yang diterima oleh pihak korban yang sudah melapor pada Jumat (27/3/2020) ke Propam.
"Iya benar," singkatnya, Sabtu (28/3/2020).
• Pak Kapolsek Bubarkan Pesta Pernikahan, Tamu Undangan Pulang Setelah Ijab Kabul
• KISAH Petugas Pukul 02.00 Datangi Dua Sahibul Hajat Pernikahan di Kawasan Pegunungan
Kasus pencabulan menantu terhadap mertua ini terungkap karena korbannya, DM (50) yang tak lain adalah mertua NS sudah tak kuat lagi menerima pelecehan seksual yang dilakukan oleh menantunya sendiri.
Kuasa hukum korban IT (25) , Abdullah Syafi'i mengatakan korban baru memberanikan diri membuka secara terang-terangan ke keluarga karena sudah tidak kuat menerima pelecehan seksual oleh NS sejak Desember tahun lalu.
"Total sudah 7 kali dicabuli. Tidak sampai berhubungan badan ya," tuturnya saat dikonfirmasi awak media.
Korban baru berani melapor karena selama ini kasihan melihat anaknya yang masih berusia 25 tahun menjalin rumah tangga belum sampai setengah tahun jika harus berpisah, mengingat kelakukan menantunya itu.
Namun, sang menantu malah semakin menjadi.
Meski tinggal bersama dengan keluarga besar korban.
Pelaku malah semakin gencar melakukan aksi bejatnya. Mulai dari meraba dan menciumnya di kamar tidur, hingga di pinggir jalan. Bahkan melalui video call masih melakukan tindakan pelecehan.
Menurut Syafi'i, korban NS tak hanya satu.