Pendidikan
Mahasiswa UNY Kembangkan Smart Braille Box, Media Pembelajaran Bahasa Asing bagi Tunanetra
Tuna netra memerlukan tambahan-tambahan untuk menunjang keberhasilan belajarnya salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran interaktif.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pendidikan merupakan suatu proses jangka panjang untuk mengembangkan potensi sehingga mampu bertahan hidup.
Proses panjang ini merupakan hak asasi yang diperoleh semua manusia, tak terkecuali bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Terlebih memasuki revolusi industri 4.0 ini penyebaran informasi semakkin cepat.
Jika tidak ada pemutakhiran teknologi ramah disabilitas, maka kelompok penyandang disabilitas adalah kelompok yang rentan tergilas oleh serangan informasi.
• UNY Bentuk Corona Crisis Center
Media belajar berupa buku kamus braille yang disedikan sekolah dirasa kurang efektif dan efisien, karena jumlah kata yang terbatas dan terdiri dari ratusan halaman sehingga menjadi berat dan merepotkan.
Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran interaktif yang bukan hanya mampu menjadi alat bantu siswa memahami materi dan mengekspresikan diri tetapi juga menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan.
Dari sinilah mahasiswa UNY mengembangkan Smart Braille Box sebagai media pembelajaran bahasa asing untuk mengasah listening dan speaking pada penyandang tunanetra.
Mereka adalah Umy Rahma Damayanti, Lismayasari Annisyah dan Qurrotunnisa Nur Aini.
Umy Rahma Damayanti mengatakan anak tuna netra memerlukan tambahan-tambahan untuk menunjang keberhasilan belajarnya salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran interaktif.
Penyampaian informasi juga hanya bisa dilakukan melalui taktil atau perabaan dan secara audio atau pendengaran.
• Kunjungi Tribun Jogja, Dwi Sasono dan Widi Mulia Promosikan Film Buku Harianku
Pembelajaran juga harus menyenangkan karena secara psikis anak tuna netra mengalami krisis percaya diri sehingga kurang nyaman dalam pembelajaran yang hanya teacher oriented.
“Media Pembelajaran Interaktif cocok untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak tunanetra karena selain adanya daya tarik pembelajaran juga adanya penguatan informasi yang diberikan karena melalui dua jalur informasi anak tuna netra," ujarnya Rabu (25/3/2020).
Lismayasari Annisyah menambahkan bahwa Smart Braille Box ini memudahkan penyerapan materi tentang bahasa asing, spesifik pada kemampuan listening dan speaking, serta mengasah kemampuan berbahasa asing, kreatifitas, inovatif, dan berfikir kognitif-konstruktifistik siswa.
“Media pembelajaran ini juga bisa digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan anaknya dalam kemampuan listening-speaking bahasa asing di rumah," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mahasiswa-uny-kembangkan-smart-braille-box-media-pembelajaran-bahasa-asing-bagi-tunanetra.jpg)