Wabah Virus Corona

Setelah Sembuh dari Infeksi Virus Corona, Ini yang Terjadi Pada Paru-paru Menurut Peneliti

Peneliti China telah menemukan kantung berisi cairan atau serpihan di paru-paru pasien yang terinfeksi corona.

Editor: Rina Eviana
Kompas.com
Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10 

Setelah Sembuh dari Infeksi Virus Corona, Ini yang Terjadi Pada Paru-paru Menurut Peneliti

TRIBUNJOGJA.COM -Sebagian besar negara di dunia kini sedang dihadapkan pada pandemi virus corona penyebab COVID-19.

Di tengah duka dan kepedihan karena wabah virus corona yang saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia, terselip sebuah kabar baik.

Berdasarkan laporan yang disajikan Universitas John Hopkins, lebih dari 103.000 orang, tepatnya 103.396, dinyatakan sembuh.

Setelah sembuh apa yang terjadi dengan paru-paru penderita?

Suasana simulasi penanganan virus Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto.
Suasana simulasi penanganan virus Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

Peneliti China telah menemukan kantung berisi cairan atau serpihan di paru-paru pasien yang terinfeksi corona.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa mereka yang sembuh dari corona bisa mengalami penurunan fungsi paru-paru.

Lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia kini telah pulih dari penyakit COVID-19.

Dalam kasus ini, pasien yang dinyatakan pulih ini adalah mereka yang terinfeksi virus corona dalam bentuk ringan hingga sedang atau karena pasien-pasien tersebut menerima perawatan medis yang sangat baik kemudian dites kembali dan dinyatakan negatif corona.

Panduan Daftar Produk Disinfektan untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona dari LIPI

Berita ini tentu melegakan untuk didengar, namun di sisi lain belum ada banyak informasi tentang bagaimana kesehatan paru-paru pasien yang sembuh ini ke depan. 

Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10
Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru pasien bersih setelah sel-sel imun berperang melawan virus corona. Foto kiri pada hari kelima perawatan, foto kanan pada hari ke-10 (Kompas.com)

Dengan kelegaan luar biasa, beberapa orang yang sembuh dari virus corona menjelaskan bagaimana mereka selamat.

Ketika berjuang melawan corona, mereka tak hanya mengalami tekanan fisik, tapi yang paling utama adalah tekanan psikologis seperti penyembuhan dari gejala, ketidakpastian yang menyiksa, dan fase isolasi yang melelahkan.

Pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh senang, kini telah kebal terhadap virus SARS-CoV-2.

Meski demikian, sesuatu yang melegakan biasanya bercampur dengan kekhawatiran lain, misalnya berkenaan dengan banyak orang yang belum terinfeksi.

Pemerintah Ungkap 80 Persen Pasien Positif COVID-19 di Indonesia Hanya Mengalami Gejala Ringan

Pemulihan total?

Karena penyakit COVID-19 umumnya mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi menunjukkan batuk kering, sesak napas atau pneumonia.

Para peneliti di Hong Kong mengatakan bahwa dalam penelitian terbaru, pasien yang telah sembuh dari COVID-19 dapat mengalami kerusakan paru-paru.

Sebuah studi kecil yang didapat dari 12 pasien sembuh itu menunjukkan bahwa dua atau tiga di antaranya telah mengalami penurunan fungsi paru-paru.

Namun, penelitian ini masih terlalu dini untuk mengonfirmasi efek jangka panjangnya.

"Pada beberapa pasien, fungsi paru-paru dapat menurun sekitar 20 hingga 30 persen setelah pemulihan," kata Dr. Owen Tsang Tak-yin, direktur medis dari Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong.

Pemindaian tomografi komputer telah menunjukkan adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan' di paru-paru, yang mungkin semakin memburuk saat penyakit berkembang.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Rumah Sakit Zhongnam di Universitas Wuhan menganalisis 140 pemindaian paru-paru pasien Covid-19 dan menemukan ground glass opacity (GGO), temuan radiologi yang menunjukkan adanya kekaburan di area paru-paru akibat adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan'.

Dugaan fibrosis paru-paru

Satu unit van dari Palang Merah Jerman (DRK) yang membawa warga negara Jerman yang dipulangkan dari Wuhan tiba di rumah sakit Palang Merah Jerman (DRK) di Berlin Kopenick, pada 9 Februari 2020.
Satu unit van dari Palang Merah Jerman (DRK) yang membawa warga negara Jerman yang dipulangkan dari Wuhan tiba di rumah sakit Palang Merah Jerman (DRK) di Berlin Kopenick, pada 9 Februari 2020. (John MACDOUGALL / AFP)

Penelitian lebih lanjut dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19 harus terus dilakukan untuk menunjukkan apakah mereka bisa terkena fibrosis paru atau gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru-paru.

Pahami Cara dan Alur Virus Corona Penyebab COVID-19 Menginfeksi Tubuh

Seiring waktu, jaringan parut tersebut dapat menghancurkan paru-paru normal dan menyulitkan oksigen untuk masuk ke dalam darah.

Tingkat oksigen yang rendah (dan jaringan parut itu) dapat menyebabkan sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau COVID-19 (kuning) di antara sel manusia.
Gambar mikroskop elektron pemindai menunjukkan virus corona Wuhan atau COVID-19 (kuning) di antara sel manusia. (Kompas.com)

Fibrosis paru-paru tidak dapat disembuhkan karena perubahan bekas luka di jaringan paru-paru tidak dapat kembali ke kondisi semula.

Tetapi perkembangan fibrosis paru dapat ditunda dan bahkan kadang-kadang bisa dihentikan jika terdeteksi pada waktu yang tepat.

Apakah pasien yang pulih dari COVID- telah kebal?

Coronavirus di Wuhan
Coronavirus di Wuhan (Sky News)

Mayoritas ahli virologi yakin bahwa pasien yang telah sembuh dari Covid-19 akan menjadi kebal terhadap virus SARS-CoV-2.

Pada akhirnya, sistem kekebalan tubuh itu sendirilah yang menghasilkan antibodi yang tepat selama infeksi, yang kemudian membuat patogen menjadi tidak berbahaya.

Ini semua jelas berlaku bagi mereka yang hanya terinfeksi virus dalam kategori ringan dan yang tidak menunjukkan gejala. Maka sangat tidak mungkin bagi mereka untuk terinfeksi kembali oleh Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Pasien Corona yang Sembuh Bisa Alami Penurunan Fungsi Paru-paru"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved