Pendidikan
Disdik Kota Yogya Dorong Orangtua Awasi Proses KBM di Rumah
Disdik Kota Yogyakarta meminta orangtua untuk betul-betul mengawasi anaknya agar KBM dilakukan di rumah masing-masing tetap berjalan efektif.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mulai Senin (23/03/2020) pelajar di Kota Yogyakarta melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah masing-masing.
Hal itu merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori meminta orangtua untuk betul-betul mengawasi anaknya.
Sehingga meskipun KBM dilakukan di rumah masing-masing tetap berjalan efektif.
• UPDATE Virus Corona Hari Ini: Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Indonesia 514 Orang
"Kami minta betul-betul agar orangtua untuk mendampingi dan mengawasi anaknya. Supaya anak benar-benar di rumah, tidak pergi kemana-mana," katanya, Minggu (22/03/2020).
Ia melanjutkan masing-masing sekolah diminta untuk menerapkan dua metode pembelajaran, baik secara online maupun offline.
Pembelajaran secara offline bertujuan untuk memfasilitasi siswa yang tidak bisa mengakses Internet.
Terkait metode secara online, Disdik Kota Yogyakarta menyerahkan kebijakan ke sekolah masing-masing.
Ada banyak metode yang bisa digunakan oleh sekolah, sehingga sekolah bisa memilih yang paling mudah digunakan, baik guru maupun siswa.
"Meskipun pembelajaran online, guru juga bertanggungjawab untuk mengawasi. Kami juga minta sekolah untuk melaporkan kegiatan pembelajaran di rumah ini secara rutin. Tetap kita pantau meskipun tidak tatap muka," terangnya.
• Kenali Perbedaan Batuk Biasa, Batuk TBC dan Batuk karena Virus Corona
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono mengatakan ada dua layanan yang tersedia di aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Aplikasi tersebut adalah KBS online dan e-learning.
"Yang KBS itu seperti konsulatasi. Siswa bisa konsultasi dengan guru. Itu juga bisa menjadi alternatif proses belajar di rumah. Tetapi kan untuk metode pembelajaran tergantung dari sekolah masing-masing. Bisa digunakan sebagai alternatif pembelajaran," katanya.
Terkait dengan pembelajaran di sekolah, ia meminta para pelajar untuk tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di cafe.
Tujuan belajar di rumah adalah mengurangi aktivitas beberapa orang pada waktu yang bersamaan.
"Kami minta betul-betul agar siswa tetap berada di rumah. Kurangi aktivitas belajar kelompok di cafe dan tempat-tempat publik," tambahnya. (TRIBUNJOGGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)