7 Wisata Curug di Jogja, Gemricik Airnya Sungguh Membuat Tenang
Suara alam memang menyenangkan, salah satunya suara gemericik air terjun yang membuat siapapun tenang ketika mendengarnya.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Suara alam memang menyenangkan, salah satunya suara gemericik air terjun yang membuat siapapun tenang ketika mendengarnya.
Tak heran, wisata air terjun cukup banyak diminati di Yogyakarta sebab menawarkan ketentraman. Biasanya, di curug ini pengunjung juga bisa berenang lho.
Jangan lupa untuk membawa baju ganti ketika berkunjung ke tempat wisata dengan air terjun. Siapa tahu Anda ingin berenang dan merasakan sensasi kesegaran alam.
Ini dia wisata air terjun di Yogyakarta yang bisa Anda kunjungi:
1. Air Terjun Siluwok
Daerah Kulonprogo banyak dianugerahi pemandangan alam yang indah wajib dikunjungi wisatawan, seperti Curug Siluwok.
Curug Silowok memiliki ketinggian air sekitar 20 meter dengan debit air yang tergolong rendah, membuat wisatawan bisa merasakan air yang terjun langsung dari ketinggian itu. Di bawah air terjun ini juga terdapat kolam atau sungai kecil yang dapat para pengunjung gunakan untuk berenang.
Tak perlu khawatir, kedalaman kolam ini tidak terlalu dalam sehingga aman untuk bermain air dan berendam dengan puas.
Pastikan Anda membawa baju ganti agar bisa langsung berganti pakaian dari yang basah ke pakaian kering usai puas berendam di kolam curug.
Seperti kebanyakan curug dan spot air terjun pada umumnya, jika datang kesini disaat musim kemarau maka air akan terlihat jernih, dan sebaliknya jika datang ke lokasi ini pada saat musim penghujan maka air akan terlihat keruh.
Beberapa batu besar maupun tebing di sekitar air terjun dapat dipakai sebagai spot untuk meloncat.
Airnya yang dingin, segar dan juga suasana alam yang masih sejuk membuat para pengunjung yang datang ke kawasan wisata Curug Siluwok menjadi enggan untuk pulang.
Curug Siluwok ini berada di pinggir hutan yang sebagiannya merupakan perkebunan warga setempat.
Sebagian area yang lain terutama yang berdekatan dengan desa sudah dilakukan pengalihan fungsi lahan dijadikan sebagai tanah pertanian.
Aliran air dari air terjun ini diteruskan ke sungai sungai yang kemudian dihubungkan dengan area persawahan.