Bantul

Pilkada Bantul, Golkar Gelar Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul, partai Golongan Karya (Golkar) menggelar pemaparan visi misi untuk bakal calon (Balon) Bupa

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Partai Golkar menggelar pemaparan visi misi bakal calon Bupati dan wakil Bupati untuk Pilkada Bantul, di kantor DPD partai Golkar, Minggu (15/3/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul, partai Golongan Karya (Golkar) menggelar pemaparan visi misi untuk bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati, Minggu (15/3/2020).

Pemaparan visi misi dilakukan di Kantor DPD Golkar Bantul. Masing-masing bakal calon diberikan kesempatan maju satu persatu. Disaksikan langsung oleh tim dari tingkat Provinsi dan Kabupaten.

Termasuk turut hadir pengurus dari tingkat Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD).

Ketua DPD partai Golkar Bantul, Paidi mengatakan, pemaparan visi dan misi merupakan tahapan kedua, dari proses penjaringan bakal calon Kepala Daerah.

Menurut dia, ada 12 nama bakal calon yang sudah mendaftar penjaringan di Golkar. Terdiri dari 6 calon mendaftar Bupati dan 6 Wakil Bupati.

Ini Alasan Nasdem Berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Bantul 

Untuk 6 balon Bupati, antara lain, Suharsono, Mahmud Ardi Widanto, Kusila, Agus Santoso, Jati Nur Cahyo dan Yuliardi Hamdani.

Sementara 6 orang yang mendaftar sebagai Wakil Bupati adalah, Totok Sudarto, Setiya, Arni Tyas Palupi, Nur Rahmat, Erwin Nizar, dan Dewata Eka Putra.

"Hari ini mereka semua dijadwalkan mengikuti pemaparan visi misi," kata Paidi.

Bagi yang tidak datang untuk memaparkan visi misi maka menurutnya, dianggap mengundurkan diri.

Pantauan di lokasi, sejumlah bakal calon terlihat sudah datang dan menyampaikan visi misi di kantor Golkar.

Antara lain, Mahmud Ardi Widanto, Totok Sudarto, Arni Tyas Palupi, Agus Santoso, Setiya dan Suharsono.

Proses masih terus berlangsung.

Setelah pemaparan visi misi, kata Paidi, nantinya, 3 sampai 5 nama bakal calon yang lolos seleksi berdasarkan tim Pilkada akan diajukan ke pengurus Provinsi untuk digodok.

Selanjutnya, nama tersebut akan diserahkan ke DPP di Jakarta untuk dimintakan rekomendasi.

Paidi menjelaskan, bakal calon yang akan mendapatkan rekomendasi dari partai Golkar nantinya tidak mungkin sembarangan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved