Partai Gerindra Resmi Berkoalisi dengan Partai Nasdem di Pilkada Bantul 2020
Partai Gerindra secara resmi menyatakan koalisi dengan partai Nasdem pada Pilkada Bantul 2020
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bantul akan digelar pada 23 September 2020 mendatang.
Partai Gerindra secara resmi menyatakan koalisi dengan partai Nasdem.
Kedua partai sepakat untuk mengusung paket pasangan Bakal Calon Bupati incumbent, Suharsono dan Totok Sudarto.
Sekretaris DPC Gerindra Bantul, Darwinto mengatakan, partai Gerindra sudah memberikan kepastian bahwa Suharsono merupakan bakal calon Bupati Bantul yang akan diusung di Pilkada 2020 mendatang.
Bahkan, kata dia, Suharsono sudah mendapatkan rekomendasi sementara dari DPP partai Gerindra untuk mencari mitra koalisi dan mencari calon Wakil yang akan mendampinginya.
"Hari ini kita sudah membentuk mitra koalisi dengan partai Nasdem," kata Darwinto, saat jumpa pers di Kediaman Suharsono, Jumat (13/3/2020).
Dalam kesempatan itu, dihadiri pula oleh Suharsono, Ketua DPD Nasdem Bantul, Bibit Rustamta dan Sekjen DPD Nasdem, Arif Iskandar.
Berhitung kursi legislatif, koalisi Gerindra dan Nasdem sudah cukup untuk mengusung satu paket pasangan di Pilkada Bantul.
Gerindra memiliki 8 kursi dan Nasdem 1 kursi.
Sementara syarat dukungan pasangan calon dari jalur parpol untuk mendaftar ke KPU minimal didukung 20 persen atau 9 kursi legislatif.
Meskipun sudah cukup untuk mengusung paket pasangan, Darwinto mengatakan koalisi Gerindra - Nasdem tidak menutup diri.
Pihaknya membuka untuk bergabung sekaligus menghormati kepada partai partai lainnya untuk berproses.
"Kita menunggu rekan dari partai lain yang saat ini sedang berproses. Kita menghormati. Kita tidak akan meninggalkan," kata dia.
Sekretaris DPD Nasdem Bantul, Arif Iskandar mengatakan, partai Nasdem memilih berkoalisi dengan Gerindra dengan berbagai pertimbangan.
Setidaknya ada dua pertimbangan mengapa partainya merapat ke Gerindra.
Pertama, Gerindra mencalonkan Suharsono yang merupakan bakal calon Bupati incumbent.
"Ketika mengusung incumbent, setidaknya sudah memiliki 30 persen dari DPT (daftar pemilih tetap)," ucap Arif.
Selain itu, pertimbangan kedua, kata dia, Partai Nasdem selama ini menggaungkan ruh restorasi.
Suharsono, menurut dia, merupakan sosok yang dianggap sangat layak, karena selama ini terus bekerja demi Bantul maju dan Bantul bermartabat.
"Dua pertimbangan itu, sehingga kita memutuskan untuk mendukung," ucap dia.
Pilih Totok Sudarto
Partai Gerindra memberikan hak istimewa kepada Suharsono untuk memilih dan memutuskan sendiri wakil yang akan mendampinginya di Pilkada Bantul 2020.
Saat disinggung mengenai sosok Wakil, Suharsono mengaku selama ini sudah ada beberapa nama yang mendaftar. Namun dirinya memilih untuk menggandeng nama Totok Sudarto.
Menurut Suharsono, dirinya tertarik mengandeng Totok karena memiliki latarbelakang seperti ayahnya, didunia pendidikan.
Terlebih kata dia, Mantan Asisten Sekda Bantul Bidang kesejahteraan itu saat ini tidak memiliki beban keluarga. Karena anak-anaknya semua sudah tercukupi.
"Sehingga tugas terakhir, ingin mensejahterakan rakyat. Yang sudah sepuh saya ajak untuk memikirkan rakyat bukan memikirkan harta," kata Suharsono.
Diketahui, Totok Sudarto merupakan pengurus tinggi di ormas Muhammadiyah Bantul. Ia juga aktif dan menjabat sebagai ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantul dan ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka.
Mantan Asisten Sekda Bidang Kesehahteraan Bantul tersebut saat ini memang cukup dekat dengan Suharsono.
Setelah purna tugas, Totok bahkan ditunjuk menjadi tenaga ahli Bupati bidang kesejahteraan rakyat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerindra-nasdem-pilkada-bantul.jpg)