Sleman
Angin Kencang di Sleman Sebabkan Pohon Tumbang
Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (11/3/2020). Akibatnya beberapa pohon tumbang.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman, Rabu (11/3/2020).
Akibatnya beberapa pohon tumbang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan menjelaskan dari data yang ia dapat per pukul 16.10, terdapat dua titik kejadian pohon tumbang, dan semuanya berada di wilayah Kecamatan Tempel.
Diungkapkannya, di Jlegongan Margorejo, Tempel, dua pohon melinjo tumbang menimpa musala dan kabel jaringan listrik.
Kemudian di Krasakan Lumbungrejo Tempel, tiga pohon miring berada diatas atap rumah.
• Hujan Disertai Angin Kencang, Hati- hati Pohon Tumbang
"Sudah ditangani dengan pemotongan pohon," jelas Makwan.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Dalam kesempatan itu, Makwan mengungkapkan update peringatan dini Cuaca DIY Pukul 13.15, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sleman seperti di Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Depok, Berbah, Kalasan, Prambanan, Moyudan, Godean. Dan dapat meluas ke wilayah Sleman lainnya seperti Ngemplak, Minggir, Seyegan, Mlati.
Kondisi itu diprakirakan berlangsung hingga pukul 15.30.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengantisipasi hujan disertai angin kencang dengan melakukan pemangkasan atau penebangan pohon yang dinilai rentan roboh.
Penebangan diutamakan di jalan-jalan perkotaan untuk mengantisipasi kecelakaan atau korban jiwa akibat robohnya pohon.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Kepala DLH Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan, pihaknya melakukan penebangan pohon di sejumlah titik, seperti di sepanjang Jalan Ringroad, Jalan Magelang, Jalan Kaliurang dan beberapa titik lain yang dinilai banyak pohon rindang dan memiliki akar lapuk.
"Penebangan pohon dengan memotong ranting-ranting yang sudah lebat. Biasanya batang utamanya tetap disisakan paling tidak 7 meter. Tapi jika akarnya sudah lapuk ya ditebang semua agar tidak membahayakan," jelasnya.
Dijelaskannya, sejauh ini penebangan pohon mengandalkan dua tim dan dua alat.
Di mana satu tim bertugas melakukan penebangan ke titik-titik hasil penyisiran DLH Sleman.
Sedangkan tim lainnya, melakukan penebangan di titik-titik sesuai aduan masyarakat.
"Dalam sehari biasanya satu tim hanya bisa menebang 4-5 pohon saja. Karena untuk memangkas satu pohon bisa memakan waktu lama. Apalagi jika harus menutup jalan, belum lagi jika ada kabel listrik di sekitar ranting-ranting pohon," urainya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)