Jawa

Wartawan, Humas dan Pejabat Klaten Tampilkan Pementasan Ketoprak

Pentas Ketoprak yang juga didukung Dewan Kesenian (Wankes) Klaten dan Omah Wayang menampilkan cerita Dumadining Bukit atau Gumuk Sidoguro.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Dok Pemkab Klaten
Insan wartawan, pelaku kehumasan yang didukung para pejabat Kabupaten Klaten bakal menggelar pentas ketoprak yang akan diadakan di Panggung Terbuka RSPD Klaten, Kamis (5/3/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten tahun 2020, insan wartawan, pelaku kehumasan yang didukung para pejabat Kabupaten Klaten bakal menggelar pentas ketoprak yang akan diadakan di Panggung Terbuka RSPD Klaten, Kamis (5/3/2020).

Pentas Ketoprak yang juga didukung Dewan Kesenian (Wankes) Klaten dan Omah Wayang menampilkan cerita Dumadining Bukit atau Gumuk Sidoguro.

Eksekutif Produser yang juga Kepala Bagian Humas Setda Klaten Wahyudi Martono didampingi Kasubag Analisis dan Kemitraan Media Bagian Humas Tri Nugroho Pujo Warono dan Sutradara Ketoprak, Joko Krisnanto di Kantor Bagian Humas Pemkab Klaten, Rabu siang, (4/3/2020) mengatakan, gladi bersih pentas ketoprak kolaborasi antara wartawan, pelaku kehumasan dan pejabat diadakan pada Rabu malam mulai pukul 18.30 WIB di Pendopo Pemkab Klaten.

"Lakon ketoprak Dumadining Gumuk Sidoguro dinukil dari cerita rakyat populer Klaten yang mengkisahkan terjadinya Rawa Jombor. Perjalanan spiritual Sidagora abdi Kerajaan Wirata yang mengantarkan Pangeran Pathohan meninggalkan bumi kelahiranya Wirata dalam keadaan luka cacat di kakinya, hingga sampai di Jimbung, Klaten," kata Wahyudi Martono.

SAR Klaten Merintis Sekolah Mitigasi Bencana

Dijelaskan, karena laku brata atau tirakat antara Bendoro dan abdinya itu maka sembuhlah Pangeran Pathohan dan berhasil membangun sebuah kerajaan di Jimbung.

Di dalam kisah ini terselip ajaran Darma dan Karma yang sengaja dimunculkan sebagai pelajaran tentang budi pekerti orang Jawa, karena setiap perbuatan senantiasa akan mendapat balasan, baik ataupun buruk perbuatan itu dan janganlah manusia lupa akan asal usulnya dengan tidak mengabaikan asalnya atau orang tuanya.

Sedangkan Sutradara Ketoprak, Joko Krisnanto menambahkan, di akhir kisah karena alasan kemanusiaan Pangeran Pathohan menyembunyikan keberadaan Kraton Jimbung di alam gaib dan membedah Kali Kuning agar menggenangi bekas Kraton itu dan menjadi rawa yang diberi nama Rawa Jombor.

Sedangkan Sidagora juga ikut hidup di alam gaib dengan bertempat di bukit yang dinamai Bukit Sidagora.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved