Wabah Virus Corona

Wabah Virus Corona, Sejumlah Mahasiswa Amerika di Korea Selatan Dipulangkan

Wabah virus corona yang terjadi di seluruh dunia berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Khususnya pendidikan yang berhubungan dengan program

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Wabah Virus Corona Merebak, Sejumlah Mahasiswa Amerika di Korea Selatan Dipulangkan 

TRIBUNJOGJA.COM - Wabah virus corona yang terjadi di seluruh dunia berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Khususnya pendidikan yang berhubungan dengan program pertukaran pelajar internasional. 

Bahkan, baru-baru ini, di Seoul, Korea Selatan, sederet mahasiswa harus gigit jari sebab mereka tak bisa mulai kuliah di negeri ginseng itu.

Breanna Morgan, seorang mahasiswa berusia 19 tahun di University of Alabama, tiba di Seoul beberapa hari lalu. Sayang, bukan kuliah yang ia hadapi, justru penangguhan waktu kuliah.

Pekan lalu, penyedia programnya yang berbasis di AS, International Studies Abroad, memberi tahu dia dan sekitar 70 mahasiswa Amerika bahwa program semester mereka di Korea University ditangguhkan karena kekhawatiran tentang wabah COVID-19.

Survei Terbaru, 75 Persen Anak Muda ingin Keluar Dari ‘Neraka’ Korea Selatan
Wabah Virus Corona Merebak, Sejumlah Mahasiswa Amerika di Korea Selatan Dipulangkan (ist)

“Saya sangat sedih mendengar bahwa saya harus kembali ke rumah tepat setelah saya menetap di sini. Saya baru saja membongkar barang sehari sebelumnya setelah membeli semua kebutuhan pokok yang saya perlukan,” kata Morgan kepada The Korea Herald. 

"Tapi saya pikir saat ini, lebih baik memikirkan kesehatan dan keselamatan kita, daripada tidak bisa datang (kembali ke AS) nanti,” terusnya.

“Saya berencana untuk kembali ke Universitas Korea pada musim gugur, jika wabah virus berkurang pada saat itu. Tetapi jika tidak, saya akan terus menunggu sampai tiba,” tambahnya.

Senada, Andrea Snyder, mahasiswa Amerika berusia 22 tahun yang kuliah di Korea Selatan juga mengutarakan kekecewaan yang sama.

"Saya sangat kecewa," kata Andrea Snyder yang kembali ke rumah minggu ini. 

Kampus Yonsei University, Seoul terlihat kosong dengan spanduk tindakan pencegahan COVID-19, dimana hari ketika tahun ajaran baru seharusnya dimulai. Kekhawatiran wabah virus corona membuat universitas menunda semester baru selama dua minggu, bersama dengan sekolah lainnya.
Kampus Yonsei University, Seoul terlihat kosong dengan spanduk tindakan pencegahan COVID-19, dimana hari ketika tahun ajaran baru seharusnya dimulai. Kekhawatiran wabah virus corona membuat universitas menunda semester baru selama dua minggu, bersama dengan sekolah lainnya. (Yonhap)

“Saya merasa seolah-olah bahaya yang digambarkan oleh media di Barat tentang Korea, khususnya, berada di dekat bahaya yang saya rasakan berada di negara ini. Saya lebih suka tinggal di sini. ”

Snyder sedang belajar bahasa Korea di Sogang Univerisity. Ia menerima pemberitahuan dari sekolahnya di Washington minggu lalu bahwa mereka menangguhkan semua program di Korea tanpa batas waktu. 

Keputusan itu didasarkan pada saran dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, yang menaikkan tingkat peringatan bagi Korea ke tingkat tertinggi, mendesak orang Amerika untuk menghindari perjalanan yang tidak penting di sini, serta maskapai besar Amerika mengurangi penerbangan antara AS dan Korea.

Snyder datang ke Korea Agustus lalu dan berencana untuk tinggal satu semester lagi. Dia juga menerima pemberitahuan terpisah dari penyedia beasiswa, Boren Scholars, yang didanai oleh Departemen Pertahanan AS.

Tak hanya itu, pihak pemberi beasiswa mengamanatkan semua penerima beasiswa untuk kembali, sesuai dengan anjuran Departemen Luar Negeri AS yang menaruh Korea di Level Kewaspadaan III.

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemerintah mewajibkan prosedur pengecekan secara medis untuk pelancong dari Korea dan Italia sebelum naik dan pada saat kedatangan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved