4 Alternatif Gerakan Pengganti Salaman untuk Meminimalisir Risiko Tertular Virus Corona
Untuk meminimalisir risiko tertular virus corona melalui kontak langsung, ada empat alternatif cara bersalaman dengan orang lain.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Profesor penyakit menular dari National University of Singapore (NUS), Dr. Dale Fisher mengatakan jika menghindari berjabat tangan dapat memperkecil risiko terinfeksi virus corona.
Oleh karenanya, mungkin kita perlu memikirkan untuk menggunakan alternatif gerakan yang bermakna memberi salam pada orang lain, selain dengan cara kontak langsung atau bersalaman.
Satu hal lain karena bersalaman ketika menyapa orang lain merupakan budaya yang sudah menjadi kebiasaan, kedua hal ini menjadi penting karena kita tidak bisa mengabaikan orang lain, terlebih yang sudah dikenal karena menghindari salaman.
Tanpa bermaksud menuduh apakah orang yang kita ajak atau mengajak bersalaman terinfeksi virus corona, tapi mengingat virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia, maka ini menjadi penting untuk mulai dipikirkan.
Tribunjogja.com merangkum dari Instagram resmi Departemen Kesehatan NUS, ada empat alternatif gerakan pengganti salaman agar kita dapat memiliki risiko rendah tertular virus corona.
1. Melambaikan tangan
Melambaikan tangan biasa dilakukan pada teman sebaya, sahabat dekat, atau orang yang lebih muda dari kita.
Gerakan ini sering dianggap kurang tepat untuk dilakukan pada orang yang lebih tua.
2. Gaya Thailand
Gerakan salam khas Thailand ini, kita hanya perlu menyatukan dua telapak tangan di depan dada, kemudian sedikit membungkukkan badan saat berhadapan dengan orang lain yang akan diberi salam.
Hal ini cukup sering dilakukan terutama jika dengan tidak ingin berjabat tangan dengan orang yang berlawanan jenis kelamin.
Tidak seperti gerakan pertama, gerakan ini justru cocok digunakan untuk menggantikan salaman pada orang yang lebih tua atau dihormati.
3. Tos siku
Jika tos atau high five biasanya dilakukan dengan telapak tangan, maka gerakan ini dilakukan dengan siku tangan.
Tujuan utamanya adalah menghindari kontak langsung di bagian telapak tangan.
Sama seperti gerakan pertama, tos siku ini lebih umum dilakukan antar orang yang sudah saling mengenal dan akrab.
4. Tos kaki
Tos ini diilustrasikan untuk dilakukan saat berolahraga atau setelahnya.
Lagi-lagi, tos ini dilakukan untuk menghindari kontak antar telapak tangan.
Jika kita terpaksa bersalaman dengan orang lain, segeralah mencuci tangan setelah sampai di rumah atau di tempat yang dituju.
Setelah bepergian, segera cuci tangan dengan air mengalir dan sabun hingga bersih, serta jangan memegang atau mengusap wajah dengan tangan yang belum dicuci dengan benar.
( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyebaran-virus-corona-di-korea-selatan-semakin-bertambah-2.jpg)