Breaking News:

Tito Karnavian : Kehilangan Kucing atau Tak Bisa Turun dari Pohon, Panggil Pemadam Kebakaran

Tito Karnavian : Kehilangan Kucing atau Tak Bisa Turun dari Pohon, Panggil Pemadam Kebakaran

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X saat menghadiri puncak upacara pemadam Kebakaran dan penyelematan Nasional ke-101 di Stadion Sultan Agung Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menteri Dalam Negeri Indonesia, Muhammad Tito Karnavian mengatakan tugas petugas pemadam kebakaran ada dua yakni memadamkan kebakaran dan membantu penyelamatan.

Namun demikian, di tengah masyarakat, image yang terbentuk adalah tugas dari pemadam hanya memadamkan api saat terjadi kebakaran saja.

Padahal, banyak hal lain yang bisa dilaksanakan oleh petugas pemadam kebakaran, terutama dalam hal penyelamatan.

Tugas untuk membantu penyelamatan, kata dia, bukan dilakukan ketika terjadi bencana saja. Melainkan pada hal-hal yang paling kecil.

"Ada masyarakat yang kehilangan kucingnya, laporan ke pemadam kebakaran. Naik ke atas pohon, tidak bisa turun, memanggilnya pemadam kebakaran. Bukan yang lainnya," kata Tito, saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional ke-101 di stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (01/3/2020).

Peringati Serangan Umum 1 Maret, Abdi Dalem Musikan Hibur Pengunjung Keraton Yogyakarta

Sebab itu, menurut Tito, keberadaan petugas pemadam kebakaran sangat penting meskipun terkadang sering dilupakan.

Istilahnya, kata dia, pemadam kebakaran dilupakan namun dirindukan.

Di luar negeri terutama di negara-negara maju, kata Tito, pemadam kebakaran merupakan salah satu dari tiga unsur pokok darurat (emergency) dalam kehidupan di masyarakat selain keamanan dan ambulance.

Artinya urusan kebakaran merupakan urusan wajib dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia kemudian memberikan contoh seperti layanan 911 di Amerika, di mana tugasnya tidak hanya fire fighter atau memadamkan kebakaran tetapi memberikan penyelamatan.

Di Indonesia, Tito menginginkan pemadam kebakaran betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat bangsa dan negara.

Sebab itu, salah satu kiatnya adalah mengedepankan fungsi penyelematan. Bukan hanya bertugas memadamkan kebakaran.

"Kegiatan penyelamatan itu tentu akan memperkuat korps ini dan kita berharap, usianya bukan hanya seratus tahun, tetapi sampai akhir zaman," ucap Tito.

Ia juga menginginkan pemadam kebakaran nantinya bisa lebih kuat dari sisi kelembagaan, regulasi, anggaran, kompetensi hingga kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta sarana dan prasarananya.(Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved