TRIBUNJOGJAWIKI

TRIBUNJOGJAWIKI : Museum Sandi

Museum Sandi menawarkan sejarah dan edukasi tentang perjalanan persandian di Yogyakarta dan Indonesia.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Tampak bagian depan Museum dan beberapa koleksi di Museum Sandi yang ada di Jalan Faridan M Noto No 21 Kotabaru Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYAKARTA - Museum Sandi merupakan satu dari beberapa museum yang ada di Kota Yogyakarta.

Museum ini terletak di Jalan Faridan M Noto No 21 Kotabaru Kota Yogyakarta.

Museum ini menawarkan sejarah dan edukasi tentang perjalanan persandian di Yogyakarta dan Indonesia.

Museum yang terletak di tengah Kota Yogyakarta ini sering sekali menerima kunjungan dari beberapa siswa sekolah maupun perguruan tinggi untuk belajar persandian di Indonesia.

Adapun pengalaman yang bisa diperoleh saat mengunjungi Museum Sandi antara lain mengenai sejarah persandian, tokoh penting dunia persandian, peralatan persandian, literasi keamanan informasi dan perkembangan lembaga persandian di Indonesia.

Museum Sandi terdiri dari dua lantai dengan eksibisi yang berkaitan dengan sejarah persandian di Indonesia.

Dikelompokkan ke dalam Ruang Introduksi, Ruang Agresi Militer I, Ruang Agresi Militer II, Ruang Maket Dukuh di Lantai I, Ruang Merdeka, Ruang Nusantara, Ruang Edukasi, Ruang Tokoh, Ruang Sandi Global di Lantai II.

Dahulu Lantai I diperuntukkan sebagai ruang tamu, dilanjutkan dapur, kamar pembantu, gudang.

Sekarang pengunjung dapat menikmati video Sejarah Persandian Dunia di Ruang Introduksi, menyimak Buku Code C yaitu buku kode pertama yang dimiliki Indonesia dan ragam koleksi di Ruang Agresi Militer I, serta mengenal perjuangan gerilya petugas sandi di Ruang Agresi Militer II.

Mesin Sandi SRE-VI yang menjadi koleksi Museum Sandi Yogyakarta
Mesin Sandi SRE-VI yang menjadi koleksi Museum Sandi Yogyakarta (TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan)

Sejarah

Gagasan pendirian Museum Sandi telah mengemuka sejak bulan Maret tahun 2006 manakala Gubernur DIY; Sri Sultan Hamengkubuwono X menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa STSN. 

Gagasan tersebut pun disambut baik oleh Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Nachrowi Ramli dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim Pengisian Koleksi Persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta, yang kemudian berkembang dan dikenal dengan nama Tim Museum Sandi.

Tim Museum Sandi kemudian segera melaksanakan tugasnya yang dimulai dari pertengahan tahun 2006, beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh, Kulonprogo, Yogyakarta

Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala lantaran musibah gempa bumi yang melanda Provinsi DIY pada tanggal 27 Mei 2006.

Gempa bumi tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved