Siswa SMP di Sleman Hanyut

Kepsek SMPN 1 Turi Baru Satu Setengah Bulan Menjabat Saat Tragedi Susur Sungai Sempor Terjadi

KEPALA SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana mengaku tak mengetahui agenda Susur Sungai Sempor dalam kegiatan Pramuka yang digelar Jumat (21/22020)

KEPALA SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana mengaku tak mengetahui agenda Susur Sungai Sempor dalam kegiatan Pramuka yang digelar Jumat (21/22020) sore. Dia mengatakan, Pramuka memang menjadi kegiatan rutin sekolah, yang menjadi ekstrakurikuler. Para pembina Pramuka pun merupakan guru SMPN 1 Turi.

Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Turi diliburkan sementara
Kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Turi diliburkan sementara (TRIBUNJOGJA.COM | Christi Mahatma Wardhani)

"Kegiatan Pramuka memang rutin setiap hari Jumat, dari pukul 14.00 sampai 15.30. Ada tujuh pembina yang ikut dalam kegiatan susur sungai. Semuanya adalah guru SMPN 1 Turi," kata kepala sekolah (kepsek) dalam jumpa pers di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2).

Tutik melanjutkan, pembina tidak berkoordinasi dengan kepala sekolah dalam pelaksanaan susur sungai.

"Kebetulan saya baru satu setengah bulan menjabat kepala sekolah, kegiatan Pramuka melanjutkan dari program lama. Jujur saya tidak tahu ada kegiatan susur sungai," lanjutnya.

"Mungkin karena siswa berasal dari Turi dan sudah paham daerah Turi. Jadi mungkin, ya, menganggap itu biasa," sambungnya.

Tutik juga memohon maaf atas musibah yang menimpa anak didiknya.

Pihaknya tidak menduga akan terjadi musibah seprti ini.

Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat, agar keluarga dan kerabat korban yang meninggal diberikan kekuatan.

"Semoga korban yang belum ditemukan, segera ditemukan," tutupnya.

Terkait keberadaan pembina Pramuka yang terlibat dalam kegiatan berujung tragedi itu, Ketua Kwarda DIY, GKR Mangkubumi menegaskan akan ada sanksi.

Halaman
123
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved