Profil 3 Konglomerat Korea Selatan : Masih Muda, Sukses, Cantik, Tampan dan Kaya Raya!
Masih penasaran dengan kehidupan chaebol atau konglomerat Korea Selatan? Mereka masih muda, sukses, tampan, cantik dan tentu saja kaya raya
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Masih penasaran dengan kehidupan chaebol atau konglomerat Korea Selatan? Kali ini Tribunjogja.com akan mengulas tak hanya chaebol laki-laki tapi juga perempuan.
Mereka masih muda dan bertalenta. Ada beberapa dari mereka yang tidak hanya menjadi pewaris tahta perusahaan, tapi juga membuat perusahaan sendiri dengan lini yang berbeda dengan perusahaan induk.
Mereka juga sukses dengan perusahaan milik sendiri itu. Hebat bukan?
Bahkan, ada yang ikut wajib militer lebih awal padahal dia perempuan. Ini menjadi berita baik karena biasanya para konglomerat akan menghindari wajib militer dengan segudang alasan.
Siapa saja mereka? Berikut profil lengkapnya
1. Chung Kyung Sun (33), CEO of Root Impact
Sebagai konglomerat industri, Hyundai memiliki beberapa grup seperti perusahaan konstruksi real estat Hyundai Asan, pembuat otomotif terkenal di dunia Hyundai Motor Group, Hyundai Heavy Industries Group, Grup Hyundai Department Store, dan grup perkebunan dan konstruksi Grup Pengembangan Perusahaan Hyundai.
Perusaan Hyundai bisa dikatakan sebagai legenda industri Korea. Sebab, Hyundai didirikan pada tahun 1946, tahun dimana pembebasan Korea dari Jepang terjadi.
Hingga kini, brand itu menjadi pembuat mobil dan pembuat kapal terbesar di dunia.
Salah satu chaebol muda menarim dari Grup Hyundai adalah Chung Kyung Sun.
Ia merupakan cucu pendiri Hyundai Chung Ju Yung dan putra ketua grup Hyundai Marine & Fire Insurance Chung Mong Yoon.
Kyung Sun memiliki jiwa pemimpin dengan inovasi sosial yang berfokus pada organisasi nirlaba.
Ia mendirikan Root Impact pada tahun 2015, salah satu kantor co-working terbesar dan promotor ekosistem ventura sosial di Seoul.
Root Impact bekerjasama dengan organisasi terkenal di dunia Rockefeller Philanthropy Advisors untuk mendanai program filantropi global.
Dalam sebuah wawancara, Kyung Sun mengatakan bahwa jika keuntungan pribadi dan keuntungan publik perusahaan berbeda, maka hampir tidak dapat bertahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ini-dia-sederet-profil-konglomerat-korea-selatan.jpg)