Breaking News:

Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang

Semburat senja itu tampak sejauh mata memandang hingga ke ufuk barat terbenamnya matahari di Ketep Pass Sawangan Magelang

Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang - ketep-pass-4.jpg
Tribun Jogja/Rendika F
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam di Ketep Pass, Sawangan, Magelang, Sabtu (8/2).
Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang - ketep-pass-1.jpg
Tribun Jogja/Rendika F
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam di Ketep Pass, Sawangan, Magelang, Sabtu (8/2).
Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang - ketep-pass-6.jpg
Tribun Jogja/Rendika F
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam di Ketep Pass, Sawangan, Magelang, Sabtu (8/2).
Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang - ketep-pass-2.jpg
Tribun Jogja/Rendika F
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam di Ketep Pass, Sawangan, Magelang, Sabtu (8/2).
Mengejar Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Ketep Pass Magelang - ketep-pass-3.jpg
Tribun Jogja/Rendika F
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam di Ketep Pass, Sawangan, Magelang, Sabtu (8/2).

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Aplikasi penunjuk arah dari Google atau Google Map memang dapat membawa orang ke tempat yang dituju, tetapi kadang aplikasi ini juga malah menyesatkan.

Seperti pengalaman serombongan wisatawan dari Magelang saat ingin menuju ke Kebuh Teh Nglinggo, Kulonprogo.

Setelah bersepakat ingin menuju ke sana, mereka langsung membuka aplikasi peta tersebut, mengetik nama tempat yang dituju dan tancap 'gas' menuju lokasi.

Namun, setelah berjam-jam mengendarai mobil, menanjak melalui jalan kecil nan curam di sepanjang punggung perbukitan Menoreh, mereka tak kunjung sampai ke tempat yang dimaksud.

Berputar-putar di jalan yang sama tetap tak menemukan lokasi yang dituju.

Padahal di aplikasi map itu ada jalan yang jaraknya begitu dekat.

Seorang dari rombongan turun dan berinisiatif bertanya ke penduduk setempat di daerah Salaman.

Warga bilang mobil tak dapat melalui jalan tersebut, dan harus berputar melalui Kalibawang, Samigaluh, yang jaraknya semakin jauh.

Rombongan yang sudah putus asa menemukan jalan pun berniat kembali pulang. Waktu itu sudah hampir magrib.

Halaman
1234
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved