Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Gebrak Meja Saat Cecar Kadisbud Soal Penyelenggaraan Formula E
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Gebrak Meja Saat Cecar Kadisbud Soal Penyelenggaraan Formula E
TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menggebrak meja saat rapat dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta terkait dengan penyelenggaraan Formula E di Monas, Jakarta Pusat.
Awalnya Prasetyo Edi mencecar Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, soal masalah rekomendasi penyelenggaraan Formula E di Monumen Nasional ( Monas), Jakarta Pusat.
Prasetio menyindir Iwan terkait penyataan Iwan di media massa yang menyebutkan bahwa isi surat rekomendasi Tim Sidang Pemugatan (TSP) terkait penyelenggaraan Formula E di Monas tak perlu diketahui publik.
Ia meminta Iwan berhati-hati saat memberikan pernyatakan kepada media massa.
"Pak Iwan kalau bicara di media hati-hati. Pak Iwan tau pemda enggak? Tau? Ada apa saja di pemerintahan daerah? Tolong tolong dijawab," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Rabu (19/2/2020).
Politisi PDI-P itu meminta Iwan menarik ucapan yang menyatakan bahwa rekomendasi TSP itu rahasia dapurnya dan tak perlu diketahui publik.
"Kok ucapannya Bapak sebegitu hebatnya di media seakan-akan ini urusan perut Bapak sendiri. Tolong ucapan itu tarik di depan mata saya," kata dia.
• Soal Revitalisasi Monas, Anies Baswedan : Pemprov DKI Segera Kirimkan Desainnya ke Komisi Pengarah
Prasetio juga memperingatkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelesaikan urusan administrasi perizinan Formula E di Monas dengan baik dan benar.
Pasalnya, dalam surat bernomor 61/-1.857.23 yang dikirimkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno, tertulis bahwa sudah ada rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta terkait penyelenggaraan Formula E 2020 di Monas.
Namun hal itu kemudian dibantah oleh anggota TACB Mundardjito.
Pemprov belakangan justru mengatakan bahwa rekomendasi itu dari Tim Sidang Pemugatan (TSP), bukan dari TACB.
"Kedua tolonglah buat surat yang betul. Saya sebagai pimpinan (DPRD DKI) tidak menolak loh adanya Formula E awalnya. Lu sebagai anak buahnya Gubernur kasih tahu, kalau ada Gubernur. Ada salah, kasih tahu," kata Prasetio sambil menggebrak meja.
Pekan lalu Iwan menyatakan dia tidak mau mengungkapkan isi rekomendasi TSP ke Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka untuk menggunakan Monas sebagai lokasi gelaran Formula E.
Menurut Iwan, rekomendasi tersebut tak perlu diungkap ke publik karena menjadi urusan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
"Ini dapur kami. Dapur kami, jangan Anda lihat bahannya apa saja. Ini dapur, dapur saya apa yang kami bahas masa detilnya mau diomongin," ucap Iwan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketua-dprd-dki-jakarta-prasetyo-edi-gebrak-meja-saat-cecar-kadisbud-soal-penyelenggaraan-formula-e.jpg)