Wabah Virus Corona
Wabah Virus Corona, China Kekurangan Masker, Produsen Cari Pasokan dari Seluruh Dunia
Virus corona ini membunuh lebih banyak orang daripada sindrom pernafasan akut (SARS) pada tahun 2003. Akibatnya, masker wajah yang sederhana
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
Wabah Virus Corona, China Kekurangan Masker, Produsen Cari Pasokan dari Seluruh Dunia
TRIBUNJOGJA.COM - Virus corona ini membunuh lebih banyak orang daripada sindrom pernafasan akut (SARS) pada tahun 2003.
Akibatnya, masker wajah yang sederhana, yang tidak memerlukan teknologi canggih atau bahan langka untuk diproduksi, telah menjadi komoditas yang banyak dicari di China akibat coronavirus. Itu bahkan memicu pertikaian birokrasi.
Hingga kini, tidak ada perkiraan resmi berapa pasokan masker yang dibutuhkan.
Akan tetapi, jelas bahwa permintaan akan terus melebihi kuantitas yang dapat diproduksi di China dalam beberapa minggu mendatang.
Di seluruh negeri, pemerintah setempat memberi tahu pengusaha untuk menyediakan masker yang memadai bagi karyawan mereka sebagai prasyarat untuk memulai kembali operasi.
Pembuat masker di China saat ini beroperasi pada kapasitas 76 persen.
Produsen mampu memproduksi 15,2 juta masker setiap hari.
Jumlah ini tidak memadai, sebab permintaan harian mencapai 50 dan 60 juta unit selama wabah, menurut laporan media China.
• UPDATE Virus Corona: China Laporkan 105 Korban Baru, Korban Global menjadi 1.775 Kasus
China juga hanya mampu membuat 200.000 N95 respirator per hari karena mereka membutuhkan teknologi dan bahan yang lebih canggih untuk diproduksi.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah Cina telah mengadopsi penjatahan masker semasa perang untuk memastikan pasokan yang memadai bagi staf medis, karena laporan tentang pencurian, pemalsuan dan masker buatan rumah telah meningkat.
Tetapi terlepas dari kapasitas produksi masker China yang mengalahkan dunia, masalahnya telah menyebar ke seluruh dunia.
"Selama bertahun-tahun, saya telah meramalkan bahwa jika China mendapat masalah dengan pandemi atau wabah, bahwa karena mereka memiliki pasokan maskerdunia, itu akan menjadi masalah bagi negara lain," kata Mike Bowen, salah satu pendiri perusahaan pembuat masker Amerika, Prestige Ameritech.
"Harga produk di China sangat rendah sehingga dunia bergantung pada mereka, tetapi orang belum berpikir tentang apakah mereka bisa mendapatkan produk ini jika ada pandemi di China," kata Bowen, yang juga juru bicara dari Safety Mask Supply Association, sebuah organisasi yang bertujuan memastikan kapasitas dan kesiapan pasokan masker buatan Amerika.
Prestige Ameritech yang berbasis di Texas menghasilkan 87 persen masker untuk pasar AS pada 1990-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perusahaan-masker-medis-karena-menaikkan-harga-secara-dramatis-karena-ancaman-virus-corona-1.jpg)