ADVERTORIAL

SD Muhammadiyah Condongcatur Wakili DIY pada Lomba Sekolah Pangan Aman 2020

SD Muhammadiyah Condongcatur menjadi satu dari enam nominator sekolah yang maju ke tingkat nasional pada kategori Sekolah Pangan Aman 2020.

SD Muhammadiyah Condongcatur Wakili DIY pada Lomba Sekolah Pangan Aman 2020
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Tim Juri Verifikasi Penghargaan Sekolah Pangan Aman 2020 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) meninjau SD Muhammadiyah Condongcatur, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim Juri Verifikasi Penghargaan Sekolah Pangan Aman 2020 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) meninjau SD Muhammadiyah Condongcatur, Kamis (13/2/2020).

SD Muhammadiyah Condongcatur menjadi satu dari enam nominator sekolah yang maju ke tingkat nasional pada kategori Sekolah Pangan Aman 2020.

Ketua Tim Juri Sekolah Pangan Aman 2020 Dini Gardenia mengatakan Sekolah Pangan Aman merupakan program BPOM untuk menerapkan praktik pangan aman di kantin sekolah mulai dari sarana prasarana hingga higenitas dalam pengolahannya.

"Kami lihat bahan-bahan mulai dari awal penyiapan, higenitas karyawan apakah menggunakan celemek ketika memasak. Program kami melihat higenitas, masaknya bersih nggak, bagaimana tempat cuci tangan, tempat sampah ada penutupnya nggak," kata dia.

Lewat Pompi dan Ucup BBPOM Edukasi Kantin Sehat

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari enam nominator ini akan dipilih tiga pemenang.

Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Rustyawati menambahkan sekolah yang dipilih untuk menerima Penghargaan Sekolah Pangan Aman yakni sekolah yang berkomitmen mengimplementasikan keamanan pangan.

Rustyawati menilai, SD Muhammadiyah Condongcatur baik guru, staff karyawan dan siswa telah berkomitmen untuk mengimplementasikan keamanan pangan secara konsisten.

"Indikator dilihat dari kantin sehat, komitmen sekolahnya yang diturunkan ke dalam tim keamanan pangan yang sudah sertifikasi sehat dari Dinas Kesehatan. Sudah dapat piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah dari BBPOM itu yang menjadikan kita usulkan ikut dalam lomba nasional. SD Muhammadiyah Condongcatur ini masuk enam besar kemudian diverifikasi oleh tim juri," ujarnya.

BBPOM Yogyakarta secara intensif juga telah memberikan pelatihan dan pengawasan kepada sekolah-sekolah di DIY agar menjadi sekolah pangan aman.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Dikatakan Rustyawati, sudah ada 27 sekolah di DIY yang telah mendapatkan piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah dari BBPOM.

"SD ada 1845 kemudian yang sudah kita intervensi ada 70 persen itu kita bina terus dan kita juga lakukan pengawalan. Harapannya sekolah lainnya juga terus menjalankan, mengimplementasikan, melaksanakan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dilakukan SD Muhammadiyah Condongcatur," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi mengatakan, SD Muhammadiyah Condongcatur memiliki 25 program dalam rangka mengimplementasikan Sekolah Pangan Aman.

Beberapa program tersebut yakni mengoptimalisasi kantin masak sendiri, mengadakan pengecekan makanan berkala, menyediakan snack sehat bagi siswa.

"Program sudah berjalan sejak 2015 dan kita memiliki team keamanan pangan sekolah," tuturnya kepada Tribunjogja.com. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved