Sains

Empat Gorila Langka di Uganda Mati Tersambar Petir

Laporan resmi mengenai kematian gorila akan dikonfirmasi kembali dalam 2 sampai 3 minggu ke depan setelah dilakukan pengujian sampel jaringan.

Editor: Ari Nugroho
Ape Action Africa/Alex Benitez/Solent News
Ilustrasi: Gorila seberat 158 kg asyik bermain dengan bayi bush yang hanya seukuran jarinya 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah upaya menjaga kelangsungan populasi gorila, kabar sedih datang dari Taman nasional Uganda.

Empat gorila langka dilaporkan mati tersambar petir pekan lalu, Minggu (8/2/2020) di taman nasional tersebut.

Tiga betina gorila dewasa dan satu bayi gorila berjenis kelamin jantan di Taman Nasional Mgahinga Uganda ditemukan memiliki lesi di tubuh yang menunjukkan bekas terkena sengatan listrik.

Para ahli yakin, mereka mati karena tersambar petir.

Kolaborasi Lintas Batas Virunga Besar (GVTC) menyebut fenomena ini sebagai kerugian besar bagi spesies gorila.

Keempat gorila yang mati adalah spesies langka, yakni gorila gunung (Gorilla beringei beringei).

Mereka merupakan bagian dari kelompok beranggotakan 17 gorila yang disebut sebagai keluarga Hirwa.

Gorila Juga Berduka Layaknya Manusia ketika Ada Anggota Kawanan yang Mati

Dilansir BBC, Sabtu (8/2/2020), 13 anggota lain yang tersisa telah ditemukan dan tampak sehat.

Keluarga ini akan terus dipantau oleh pihak berwenang.

Hilangnya, satu spesies saja akan berpotensi merusak kelangsungan populasi gorila gunung.

Keluarga Hirwa telah melintasi perbatasan dari Rwanda ke Uganda tahun lalu dan setelah itu tinggal di Taman Nasional Mgahinga Uganda.

Mgahinga sendiri berada di pegunungan Virunga Massif yang membentang di perbatasan Uganda, Rwanda, dan Kongo.

Gorila gunung umumnya hidup di ketinggian sekitar 2.400 - 4.000 meter di atas permukaan laut, di lembah sungai Kongo, Afrika.

"Dari pemeriksaan postmortem, penyebab kematian sementara untuk keempat gorila kemungkinan karena tersengat listrik yang diakibatkan oleh petir," jelas ahli.

Induk Gorila Itu Tak Berhenti Bangunkan Anaknya yang Sudah Mati

Laporan resmi mengenai kematian gorila akan dikonfirmasi kembali dalam 2 sampai 3 minggu ke depan setelah dilakukan pengujian sampel jaringan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved