Kesehatan
Tips Mencegah Gigi Ngilu Sejak Dini
Merasakan gigi ngilu memang membuat kurang nyaman. Beberapa orang memiliki sebab yang berbeda ketika merasakan ngilu.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merasakan gigi ngilu memang membuat kurang nyaman. Beberapa orang memiliki sebab yang berbeda ketika merasakan ngilu.
Ada yang karena mengunyah buah yang bertekstur keras menjadi sebabnya, sementara yang lain karena mengunyah permen atau es juga bisa ngilu.
Murdiani adalah salah satunya. Pengalaman sewaktu kecil membuatnya banyak belajar.
Lantaran terbiasa makan makanan dengan tekstur cenderung lembut sejak kecil, kini Murdiani sering mengalami gigi ngilu. Menurut perempuan dua anak ini, penyebab ngilu pada giginya lantaran pertumbuhan giginya tak bagus.
Ia baru menyadari makanan bertekstur keras atau kasar juga diperlukan untuk merangsang pertumbuhan sel gigi sehingga gigi menjadi kuat.
Menyadari hal ini, Murdiani pun segera melakukan perawatan gigi sehingga bisa mengurangi rasa ngilu yang sering mendera.
"Kalau makan yang kres kres gitu langsung ngilu, sejak kecil ngga terbiasa jadi malah ngga bagus ternyata. Sekarang punya anak dua, sudah kulatih sejak umur 2 tahun makan makanan bertekstur kasar seperti kerupuk khusus balita supaya pertumbuhan giginya bagus," kata perempuan yang berkecimpung di dunia marketing ini.
• Wabah Virus Corona: Kelelawar Hingga Trenggiling, Siapa yang Menyebarkan?
• Kisah Perempuan China Selamat dari Pemerkosaan karena Pura-pura Terjangkit Virus Corona
Lain halnya dengan Titin, perempuan dua anak yang menjadi seorang pengajar ini mengalami ngilu ketika ia mengkonsumsi makanan dingin. Hal ini sudah ia alami sejak remaja.
Semenjak saat itu, Titin rajin melakukan perawatan untuk mengurangi rasa ngilu yang datang tersebut.
"Sekarang sudah lumayan, masih terasa ngilu tapi ngga seperti dulu. Aku coba memakai pasta gigi yang bisa mengurangi rasa ngilu, terus rajin melakukan perawatan ke dokter gigi minimal 3 bulan sekali," ungkap Titin.
Perihal gigi terasa ngilu disertai bau mulut tak sedap juga pernah dialami oleh Rafli, pria yang berkecimpung di dunia event organizer ini merasakan ngilu ketika ia menggigit makanan yang bertekstur keras, misalnya tulang kambing atau sapi.
Rupanya rasa ngilu dan bau mulut tak sedap ini lantaran Rafli tak memperhatikan kesehatan giginya.
Ia pun mengakui selama ini menjalani kebiasaan yang kurang bagus dengan jarang menggosok gigi sebelum tidur dan kerap mengkonsumsi makanan dalam suhu berbeda dalam satu waktu.
"Kebiasaan makan yang disajikan panas dengan kuah, terus minumnya es teh. Nikmat sekali tapi ngga sadar gigi nya yang rompal. Beberapa berlobang ini, mungkin ini yang jadi sebab banyak bakteri di rongga gigi," ungkap Rafli sembari berkelakar.
Harus Tahu Penyebab Terlebih Dahulu
Menurut drg. Cannia N. Ramadhiani, Sp.KG, bila merasakan gigi ngilu pasti ada sebabnya. Umumnya karena gigi berlubang atau bisa juga disebabkan karena bagian sensitif yang terlindungi email atau gusi terbuka. Pada anak bisa disebabkan juga karena gigi permanennya akan tumbuh.
"Untuk mengatasi ngilu itu pada gigi harus mengetahui penyebabnya terlebih dulu. Menggunakan obat kumur atau menggunakan pasta gigi sensitif hanya akan membantu mengurangi ngilunya tetapi tak dapat menghilangkan penyebabnya," terang Cannia.
Lanjut Cannia, sebaiknya bila gigi terasa ngilu yang mengganggu bisa segera dikonsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apalagi bila disertai bau mulut. Hal ini bisa disebabkan gigi berlubang yang sudah parah, atau karang gigi yang terlalu banyak bisa menjadi penyebab bau mulut.
Pada orang tua dengan penyerta penyakit sistemik bisa juga didapati bau mulut. Artinya bau mulut tidak hanya terjadi karena kondisi bakteri di dalam rongga mulut saja.
"Bila memang bau mulut yang dirasakan sangat mengganggu yang bahkan saat perawatan di rumah tak tertangani, konsultasikan dengan dokter gigi," kata Cannia.
Cannia menambahkan, untuk masalah ngilu, ketika makan atau minum dengan suhu ekstrim terlalu panas atau terlalu dingin lalu gigi ngilu sebenarnya merupakan respon yang wajar.
Hanya saja kebiasaan itu justru menyebabkan kesehatan gigi menjadi tidak beres.
"Menggunakan gigi kita sewajarnya kemudian ada keluhan, ngilu, nyeri, baru itu menandakan kalau waktunya cek kesehatan gigi," imbuh Cannia.(Tribunjogja/Yudha Kristiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-sakit-gigi.jpg)