Kisah Pengusaha Kuliner Dikerjain Secara Gaib, Pelanggan Datang ke Resto Tampak Tutup Padahal Buka
Kisah Pengusaha Kuliner. Lama-lama usaha mengalami kemunduran tuh. Awalnya saya juga enggak percaya dunia gaib
Memiliki latar belakang di bidang kuliner, Deni Rahmat (37) tetap konsisten jalani usaha kulinernya. Jatuh bangun dalam usaha bagi Deni merupakan hal wajar. Yang luar biasa baginya adalah bagaimana caranya bertahan meskipun sudah terpuruk.
BANGKIT dan pantang menyerah merupakan dua hal yang wajib dilakukan, terlebih ketika dirinya memutuskan untuk berwirausaha.
Perjalanan usahanya di mulai sejak Deni memiliki restoran yang menjual aneka seafood dan ikan bakar.
Penyajian yang masih fresh atau segar membuat restoran yang terletak di kawasan Bandung tersebut bertahan selama satu tahun, tepatnya sejak 2015-2016.
"Perjalanan usaha saya di awali dari memiliki restoran di Bandung. Di sana saya jualan semuanya serba fresh, makanya ramai terus. Jadi pembeli bisa pilih sendiri ikan atau apapun yang mereka mau dan itu dari sayanya masih hidup, kemudian dimasak langsung," katanya dilansir Tribunjogja.com dari TribunJakarta.com, Minggu (9/2/2020).
Semakin dikenal orang, akhirnya Deni mempekerjakan tiga orang karyawan untuk membantunya.
"Pada awalnya ya ramai bahkan kita sampai kewalahan. Karena kalau masak seafood itu kan lama ya. Tapi kalau saya tambah karyawan biaya produksi sama sewa tempat enggak mencukupi," sambungnya.
Namun, seiring berjalannya waktu usaha Deni justru mengalami kemunduran.
Selain karena tak bisa menambah karyawan sementara permintaan banyak, ia terang-terangan mengaku usahnya sempat dikerjain oleh orang tak dikenal.
"Lama-lama usaha mengalami kemunduran tuh. Awalnya saya juga enggak percaya dunia gaib begitu ya. Tapi akhirnya saya percaya kalau ada yang ngerjain warung saya setelah saya menemukan bukti," ungkapnya.
"Mbak kok saya ke sini tutup mulu ya," ujar satu diantara pelanggannya saat itu.
"Buka kok bu, tiap hari juga buka," jawab karyawannya.
"Masa sih mbak? Saya kalau lewat sini tuh tutup terus. Makanya saya kalau pesan makanan di sini by Whatsapp," lanjut pembeli itu.
• Terkendala Jarak, Korban Klitih Asal Gunungkidul Ini Enggan Buat Laporan Polisi
"Jadi percakapan seperti itu bukan satu, dua orang aja. Tapi banyak yang bilang. Jadi restoran saya dikerjainnya kayak tutup terus. Apalagi kan dulu di situ lokasinya strategis banget. Ya sudah untuk menghindari hal yang tidak-tidak saya tutup aja," jelasnya.
Selanjutnya, ia pun pindah ke daerah Citayam, Bogor dan buka restoran kembali di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-pengusaha-kuliner-dikerjain-secara-gaib-pelanggan-datang-ke-resto-tampak-tutup-padahal-buka.jpg)