Sleman
Tangkal Hoax, Warga Sleman Bentuk Forum Masyarakat Anti Kampanye Hitam
Sejumlah warga Sleman membentuk Forum Masyarakat Anti Kampanye Hitam (FMAKH). Peresmiannya pun dilakukan beberapa waktu lalu
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah warga Sleman membentuk Forum Masyarakat Anti Kampanye Hitam (FMAKH).
Peresmiannya pun dilakukan beberapa waktu lalu.
Perwakilan FMAKH, Antok melalui keterangan tertulis menyampaikan forum dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Pilkades dan Pilkada serentak di Sleman pada tahun ini.
"Forum kami bentuk dalam rangka menangkal dan menekan penyebaran berita bohong atau hoax terkait Pilkada dan Pilkades," jelas Antok, Rabu (05/02/2020).
• Jangan Termakan Isu, Dalam Sepekan Ada 53 Hoaks soal Virus Corona yang Beredar!
Nantinya, tim dari FMAKH akan membantu meluruskan informasi atau berita yang keliru terkait Pilkada dan Pilkades.
Hal itu mencakup pasangan calon (paslon) hingga proses penyelenggaraan secara keseluruhan.
Agar kerja tim lebih efektif, FMAKH menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Satgas Partai Politik, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap penyebaran hoax ini.
"Saat ini kami sudah bekerjasama dengan Satgas dari PDI-P untuk menanggulangi hoax tersebut," kata Antok.
• Jelang Pilkades di Sleman, Elemen Masyarakat Caturtunggal Usung Sosok Perempuan
Saat ini, tim penangkal hoax baru terdiri atas 6 orang. Mereka ini juga merupakan pendiri dari FMAKH.
Meskipun demikian, ada rencana untuk menambah dan menempatkan anggota ke tiap kecamatan yang ada di Sleman.
Tim ini nantinya akan dipersiapkan pula untuk Pemilu 2024 mendatang.
"Kami harap FMAKH bisa membantu pelaksanaan Pilkades dan Pilkada di Sleman menjadi lebih lancar dan maksimal," ujar Antok.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/para-pendiri-forum-masyarakat-anti-kampanye-hitam.jpg)