ITNY Jadikan Kecamatan Nanggulan Lokasi Utama Penelitian

Rektor ITNY Ircham memberikan arahan untuk menjadikan Nanggulan sebagai lokasi utama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tayang:
Dok. Humas ITNY
Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanta beserta jajarannya mengunjungi ITNY pada Rabu (30/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.Com – Rektor Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) memastikan akan menjadikan Kecamatan Nanggulan sebagai lokasi utama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan begitu Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi (LPPMI) ITNY akan fokus melakukan penelitian di Kecamatan Nanggulan.

Kepala LPPMI ITNY Ani Tjitra Handayani menyampaikan, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPPMI ITNY bersama Nanggulan akan terjalin selama lima tahun ke depan.

Dia menerangkan, kegiatan kerja sama tersebut, meliputi di bidang penyusunan peta digital dan pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna.

Tak hanya itu, ada juga pendampingan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) berbasis teknologi.

“Nanggulan sudah menjadi rumah kedua untuk pelaksanaan kegiatan baik riset maupun pengabdian masyarakat oleh dosen dan mahasiswa ITNY,” jelasnya seperti keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Ani Tjitra saat Camat Nanggulan Duana, Heru Supriyanta beserta jajarannya mengunjungi LPPMI ITNY, Rabu (30/1/2020).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan PKS antara Kecamatan Nanggulan dengan LPPMI ITNY.

Para pejabat ITNY, seperti rektor, wakil rektor, kepala lembaga bidang kerja sama, Kepala Lembaga Perencanaan dan Pengembangan Institut, para dekan, kaprodi, dan Kepala LPPMI pun menyambut kunjungan tersebut.

Potensi pengembangan wilayah

Pada kesempatan itu, Duana memaparkan gambaran potensi serta permasalahan yang ada di wilayahnya.

Permasalahan tersebut, meliputi teknologi pembuatan batik dan pengembangan wilayah untuk mendukung Jogja Agro Techno Park yang ada di Desa Wijimulyo.

Selain itu, ada pula pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), seperti intip, geblek, tahu, hingga bakpia.

Dia mengakui, beberapa produk tersebut masih memerlukan pendampingan pada aspek produksi, packaging, hingga pemasaran.

“Kami berharap bahwa implementasi dari PKS ini dapat mendampingi Nanggulan mewujudkan Kampung One Village One Product,” pungkas Duana.

Halaman 1/2
Tags
ITNY
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved